— JAKARTA – Pasar modal Indonesia kembali diramaikan oleh pergerakan saham emiten-emiten unggulan. Hingga Senin, 21 September 2026, lima berita ekonomi menjadi sorotan utama para investor, mencakup pergerakan saham perusahaan rokok, pertambangan, perbankan, hingga prospek harga emas dan emiten jasa pelayaran.

Gudang Garam (GGRM) Diterima Investor Asing

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menunjukkan tren positif dengan dibukukan net buy investor asing senilai Rp 10,48 miliar pada periode 14-18 September 2026. Angka ini berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya yang mencatat net sell Rp 21,53 miliar. Saham emiten rokok ini sempat mengalami penurunan harga hingga 7,61% sebelum akhirnya diserap kembali oleh investor luar negeri.

Amman Mineral (AMMN) Cetak Laba Fantastis

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melaporkan kinerja keuangan semester I-2026 yang mengesankan. Perseroan membukukan omzet mencapai US$ 2,05 miliar, melonjak lebih dari 1.000% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya US$ 182,59 juta. Pendapatan ini didorong oleh penjualan domestik katoda tembaga dan emas murni, serta penjualan ekspor konsentrat tembaga, emas, dan produk akhir katoda tembaga.

Saham BRI (BBRI) Berbalik Arah di Tengah Tekanan Asing

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengalami perubahan arah pada pekan lalu, 14-18 September 2026, dengan membukukan net sell asing sebesar Rp 160,59 miliar. Pekan sebelumnya, saham bank besar ini masih mencatatkan net buy asing Rp 147,55 miliar. Meskipun dihantam aksi jual investor asing, saham BBRI justru menguat 1,22% sepanjang pekan, didorong oleh kenaikan 3,98% pada Senin, 14 September 2026.

Harga Emas Perhiasan Stabil

Harga emas perhiasan terpantau stabil pada Senin pagi, 21 September 2026, di berbagai kadar karat di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi (HRTA), dan Laku Emas. Calon pembeli dan investor disarankan untuk terus memantau pergerakan harga yang dinamis untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.

Emiten Jasa Pelayaran Perkuat Bisnis

Dua emiten jasa pelayaran, PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) dan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR), menunjukkan geliat untuk memperkuat bisnis masing-masing. WINS berupaya meningkatkan utilitas kapal dengan mencari kontrak yang lebih besar, mulai dari 3-4 bulan hingga 3-5 tahun. Sementara itu, SMDR menyuntikkan modal senilai Rp 40,7 miliar kepada anak usahanya, PT Cumawis, untuk memperkuat lini usaha pelayaran dan sinergi operasional.