DailyFX.ID — Harga batu bara global terpantau anjlok pada perdagangan Selasa, 15 September 2026. Penurunan ini mayoritas disebabkan oleh aksi ambil untung atau profit taking dari para pelaku pasar.
Berdasarkan data perdagangan, harga batu bara Newcastle untuk kontrak September 2026 tercatat ambles US$ 2,25, ditutup pada level US$ 144,6 per ton. Kontrak Oktober 2026 juga dilaporkan ambrol US$ 2,15 ke level US$ 146,4 per ton. Sementara itu, kontrak November 2026 menunjukkan sedikit kenaikan sebesar US$ 1,25 menjadi US$ 149,65 per ton.
Pergerakan serupa juga terlihat pada harga batu bara Rotterdam. Kontrak September 2026 terkoreksi US$ 0,3 menjadi US$ 139 per ton. Kontrak Oktober 2026 melemah tipis US$ 0,05 ke posisi US$ 140,25 per ton, dan kontrak November 2026 turun US$ 0,2 menjadi US$ 140,25 per ton.
Produksi Batu Bara China Menurun Drastis
Di tengah tren penurunan harga batu bara global, China justru menghadapi tekanan dari sisi pasokan. Produksi batu bara negara tersebut pada Agustus 2026 dilaporkan turun sebesar 7,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencapai 361,82 juta ton.
Meskipun angka produksi ini menunjukkan peningkatan dibandingkan Juli 2026 yang tercatat 343,21 juta ton, namun secara kumulatif selama delapan bulan pertama 2026, produksi batu bara China hanya mencapai 3,06 miliar ton. Angka ini berarti terjadi penurunan sebesar 3,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penyebab Penurunan Produksi
Penurunan produksi batu bara China ini terjadi sebagai respons terhadap kebijakan pemerintah yang meningkatkan pengawasan keselamatan pertambangan. Langkah ini diambil menyusul serangkaian kecelakaan fatal yang terjadi di sektor pertambangan batu bara.
Salah satu insiden tragis adalah ledakan gas di sebuah tambang batu bara di Lianyuan, Provinsi Hunan, pada 14 Agustus 2026. Peristiwa tersebut merenggut nyawa tujuh orang dan menyebabkan satu orang lainnya terluka.
Kecelakaan di Hunan ini terjadi tidak lama setelah tragedi di tambang Liushenyu, Provinsi Shanxi, pada Mei 2026. Insiden di Shanxi tersebut tercatat sebagai kecelakaan tambang batu bara paling mematikan di China dalam 17 tahun terakhir, dengan jumlah korban mencapai 82 orang.
Ikuti DailyFX.ID
