DailyFX.ID — Harga emas menunjukkan ketahanan pada perdagangan Rabu (16/9/2026), bertahan di tengah tekanan dari penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil obligasi Amerika Serikat (US Treasury). Analis menilai level US$ 4.277 per ons troi menjadi area krusial bagi pergerakan emas selanjutnya.
Pada saat berita ditulis, harga emas tercatat naik 0,77% mencapai US$ 4.328,07 per ons troi. Geraldo Kofit, seorang analis di Dupoin Futures, mengemukakan bahwa penolakan harga di level US$ 4.277 per ons troi, yang disertai terbentuknya swing low yang valid dan pola bullish engulfing, mengindikasikan munculnya momentum beli pada emas.
“Rejection di area US$ 4.277 per ons troi dan terbentuknya bullish engulfing memberikan indikasi adanya peluang pembalikan arah,” ujar Geraldo dalam analisisnya, Rabu (16/9/2026). Ia menambahkan, secara teknikal, jika level support tersebut berhasil dipertahankan, harga emas berpeluang menguji area resistance di kisaran US$ 4.351–4.363 per ons troi.
Namun, Geraldo mengingatkan bahwa pergerakan emas masih dipengaruhi oleh sejumlah faktor fundamental. Kenaikan yield obligasi AS yang berada di kisaran 5% membuat aset berbasis bunga menjadi lebih menarik, sehingga meningkatkan biaya peluang bagi investor yang memegang emas.
Penguatan dolar AS juga memberikan beban bagi harga emas. Dolar yang lebih kuat cenderung membuat emas menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Selain itu, kenaikan harga minyak dunia berpotensi meningkatkan tekanan inflasi, yang dapat mendorong The Fed untuk mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor pendukung permintaan emas sebagai aset lindung nilai (safe haven). Oleh karena itu, keputusan dan arah kebijakan The Fed dipandang sebagai katalis penting bagi emas dalam jangka pendek.
“Pasar tidak hanya mencermati keputusan suku bunga, tetapi juga nada komunikasi bank sentral AS terkait arah kebijakan berikutnya,” tambah Geraldo. Ia menegaskan bahwa level US$ 4.277 per ons troi menjadi area penting. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang rebound masih terbuka dengan sasaran awal menuju US$ 4.351–4.363 per ons troi. Sebaliknya, jika support tersebut ditembus, tekanan jual berpotensi kembali menguat.
Ikuti DailyFX.ID
