DailyFX.ID — Menteri Pertahanan China Dong Jun mengemukakan enam konsep keamanan baru yang dirancang untuk mengatasi tantangan internasional yang semakin kompleks. Usulan ini disampaikan pada pembukaan Beijing Xiangshan Forum 2026 di Beijing, Rabu (16/9), saat ia menilai tata kelola global berada pada titik kritis.
Forum diplomasi pertahanan yang berlangsung dari 15 hingga 17 September 2026 ini mengangkat tema “Membangun Konsensus tentang Stabilitas, Memajukan Tata Kelola Keamanan Bersama”. Acara tahunan ini dihadiri oleh ratusan perwira militer, diplomat, dan akademisi dari berbagai kawasan, termasuk Asia, Eropa, dan Amerika Serikat.
Turut hadir dalam pembukaan forum tersebut Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin, bersama dengan menteri pertahanan dan pejabat tinggi pertahanan dari negara-negara seperti Vietnam, Singapura, Thailand, Kamboja, Belarusia, Rusia, dan Prancis.
Dalam pidato pembukaannya, Dong Jun menyatakan bahwa teori keamanan tradisional dan pola pikir usang yang berorientasi zero-sum game tidak lagi memadai untuk menyelesaikan permasalahan dunia. Sebagai alternatif, ia merumuskan enam usulan strategis:
- Membangun Konsensus Keamanan Baru: Mengedepankan pendekatan keamanan yang bersifat bersama, komprehensif, kooperatif, dan berkelanjutan melalui dialog politik serta perundingan damai.
- Menjaga Stabilitas Melalui Multilateralisme: Memperkuat tatanan internasional yang berpusat pada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum internasional, sembari mendorong peran aktif dari negara besar maupun kecil.
- Mewaspadai Hegemonisme dan Militerisme: Mengambil pelajaran dari sejarah untuk mencegah kemunculan kembali bentuk-bentuk hegemonisme tersembunyi dan melarang praktik pengalihan masalah domestik ke luar negeri.
- Mendorong Dialog dan Konsultasi: Menolak penggunaan kekerasan yang dinilai hanya memperuncing masalah, serta mengedepankan komunikasi yang setara dan saling menghormati.
- Pembangunan Bersama sebagai Pondasi Keamanan: Menjembatani kesenjangan pembangunan antara negara-negara Utara dan Selatan guna mengikis akar ketidakamanan.
- Kerja Sama Militer Pragmatis: Memperdalam kolaborasi antar-angkatan bersenjata. Menjelang satu abad usianya, Militer China menyatakan kesiapan untuk berbagi pengalaman, teknologi, dan bantuan kapasitas militer kepada negara yang membutuhkan.
Beijing Xiangshan Forum pertama kali digagas pada tahun 2006 dan telah berkembang menjadi platform diplomasi pertahanan dan keamanan utama yang diinisiasi oleh China. Forum ini dirancang sebagai wadah dialog multilateral tingkat tinggi bagi negara berkembang (Global South) maupun negara maju untuk membahas tatanan keamanan internasional, sekaligus berfungsi sebagai wadah diplomasi strategis tandingan bagi dialog keamanan seperti Shangri-La Dialogue di Singapura.
Usulan yang disampaikan oleh Menhan Dong Jun berakar pada Global Security Initiative (GSI) yang telah dipromosikan Beijing dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah meningkatnya fragmentasi geopolitik dan persaingan kekuatan besar dunia, China berupaya memosisikan diri sebagai penyedia stabilitas global dengan menekankan sentralitas PBB dan penyelesaian konflik melalui pendekatan dialog serta pembangunan ekonomi.
Ikuti DailyFX.ID
