DailyFX.ID — Harga kontrak crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) ditutup pada perdagangan Rabu (23/9/2026), memperpanjang pelemahan menjadi lima hari berturut-turut. Tekanan datang dari melemahnya ekspor minyak sawit Malaysia, prospek produksi yang meningkat, serta pelemahan harga minyak kedelai.
Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives, kontrak CPO pengiriman Oktober 2026 turun 38 Ringgit Malaysia menjadi 4.601 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak November 2026 terpangkas 46 Ringgit Malaysia menjadi 4.685 Ringgit Malaysia per ton. Pelemahan juga terjadi pada kontrak Desember 2026 sebesar 42 Ringgit Malaysia menjadi 4.768 Ringgit Malaysia per ton, kontrak Januari 2027 jatuh 33 Ringgit Malaysia menjadi 4.851 Ringgit Malaysia per ton, kontrak Februari 2027 anjlok 23 Ringgit Malaysia menjadi 4.929 Ringgit Malaysia per ton, sedangkan kontrak Maret 2027 terpangkas 19 Ringgit Malaysia menjadi 4.997 Ringgit Malaysia per ton.
Proprietary Trader Iceberg X Sdn Bhd David Ng mengatakan sentimen pasar masih tertekan kekhawatiran terhadap ekspor sawit yang lesu dan peningkatan stok. Ia memperkirakan harga CPO memiliki support di atas 4.700 Ringgit Malaysia per ton, dengan resistance di 4.850 Ringgit Malaysia per ton.
Sementara itu, Head of Commodity Research Sunvin Group yang berbasis di Mumbai Anilkumar Bagani mengatakan, harga CPO turut tertekan kinerja ekspor sawit Malaysia yang melemah, prospek produksi yang lebih tinggi dari perkiraan, serta penurunan harga energi. Ia menambahkan, musim hujan di Malaysia dan Indonesia mendorong peningkatan produksi sawit. Kondisi tersebut berpotensi membuat stok minyak sawit Malaysia menembus 3 juta ton pada akhir September.
Bagani mengutip UOB Kay Hian yang memperkirakan produksi minyak sawit Malaysia pada 1-20 September naik 20% hingga 24% dibandingkan periode 1-20 Agustus. Menurut dia, pasar belum mengantisipasi kenaikan produksi sebesar itu sehingga tekanan dari sisi output semakin kuat.
Di sisi lain, ekspor sawit Malaysia justru melemah. Intertek Testing Services memperkirakan ekspor CPO Malaysia pada 1-20 September mencapai 714.012 ton, turun 12,83% dibandingkan estimasi periode 1-20 Agustus. Estimasi AmSpec bahkan menunjukkan ekspor hanya 608.120 ton, anjlok 24,7% dari periode sebelumnya.
Ikuti DailyFX.ID
