— JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan kembali menghadapi tekanan hingga menguji level 6.200 pada perdagangan Jumat, 25 September 2026. Prediksi ini disampaikan oleh Phintraco Sekuritas setelah IHSG ditutup melemah 1,20% ke level 6.298,61 pada hari sebelumnya. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan bergerak dengan rentang resistance di 6.400, pivot di 6.300, dan support di 6.200.

Beberapa faktor eksternal turut memengaruhi tekanan pada IHSG, termasuk kenaikan harga minyak dunia, penguatan imbal hasil obligasi Amerika Serikat, serta pelemahan nilai tukar rupiah. Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat bahwa IHSG ditutup di bawah rata-rata pergerakan (moving average/MA) 5 dan MA100. Indikator MACD masih berada di area negatif, sementara Stochastic RSI telah mencapai area oversold, yang mengindikasikan potensi pelemahan lebih lanjut.

“Kondisi tersebut menunjukkan IHSG hari ini masih berada dalam tekanan dan berpotensi kembali menguji area support 6.186-6.200,” ujar Phintraco Sekuritas dalam risetnya pada Jumat (25/9/2026). Meskipun pasar saham menghadapi tekanan, Phintraco Sekuritas menyoroti bahwa likuiditas domestik Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan yang solid.

Phintraco Sekuritas mencatat bahwa jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) Indonesia mengalami peningkatan 8,2% secara tahunan pada Agustus 2026, mencapai Rp10.448,1 triliun. Pertumbuhan ini sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya, yang terutama dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1). Namun, pertumbuhan uang kuasi justru meningkat, sementara giro rupiah melambat dan tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu tumbuh lebih cepat.

Tagihan bersih kepada pemerintah pusat juga mengalami kontraksi sebesar 7%, berbalik dari pertumbuhan positif pada bulan sebelumnya. Phintraco Sekuritas menilai bahwa peningkatan M2 ini mencerminkan likuiditas domestik yang tetap kuat, didukung oleh pertumbuhan kredit perbankan yang ekspansif sebesar 13,3% secara tahunan. Pergeseran dana ke tabungan rupiah dan peningkatan uang kuasi menunjukkan pelaku ekonomi semakin adaptif dalam mengelola likuiditas jangka pendek serta memanfaatkan tingkat suku bunga simpanan yang kompetitif.

Kombinasi antara pertumbuhan kredit yang ekspansif dan likuiditas yang sehat memberikan sentimen positif bagi saham-saham di sektor perbankan besar dan konsumer. Sektor-sektor ini dapat menjadi perhatian investor secara bertahap. Selain itu, kenaikan harga minyak berpotensi memberikan sentimen positif bagi saham sektor energi dan emiten terkait.

Dalam tengah kondisi pasar tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang dinilai berpeluang memberikan keuntungan (cuan) bagi investor. Kelima saham tersebut adalah ENRG, MEDC, ELSA, AKRA, dan ANTM.