DailyFX.ID — Phintraco Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menembus level 6.300 pada perdagangan Selasa, 22 September 2026. IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang resistance 6.500, pivot 6.400, dan support 6.300.
Meskipun demikian, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dapat diandalkan untuk perdagangan hari ini, salah satunya adalah AMMN.
Pada perdagangan Senin, 21 September 2026, IHSG ditutup melemah 0,88% ke level 6.384,73. Pelemahan ini terjadi di tengah minimnya katalis positif baru yang cukup kuat.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa IHSG masih bertahan di atas level Moving Average 100 hari (MA100). Namun, terjadi pelebaran histogram negative pada MACD dan Stochastic RSI yang berpotensi membentuk Death Cross di area oversold.
“IHSG hari ini berpotensi menguji level 6.300-6.350. Namun, penurunan harga minyak dan penguatan pada indeks bursa global berpotensi membatasi pelemahan indeks,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Selasa (22/9/2026).
Phintraco Sekuritas juga menyebutkan bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penyesuaian terhadap ketentuan batasan harga terendah minimum dan Auto Rejection untuk efek bersifat ekuitas serta Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA) yang diperdagangkan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.
Penyesuaian ini akan berlaku mulai 28 September 2026, di mana batasan harga terendah minimum diubah dari semula Rp50 menjadi Rp1. Penyesuaian tersebut juga diikuti dengan perubahan ketentuan Auto Rejection Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB).
Aturan Baru BEI dan Dampaknya
Phintraco Sekuritas menambahkan bahwa pemberlakuan harga minimum saham menjadi Rp1 dan penyesuaian aturan batas ARB nominal memiliki dampak positif. Di antaranya adalah peningkatan likuiditas pasar dan optimalisasi mekanisme pembentukan harga yang wajar (price discovery).
“Ditambah lagi, membuka jalan keluar bagi investor yang modalnya sempat terjebak menahun di saham yang ARB pada level Rp50 dalam waktu lama,” tambah Phintraco Sekuritas.
Di sisi lain, Phintraco Sekuritas mengemukakan bahwa kebijakan ini juga membawa dampak negatif. Risiko kerugian modal (capital loss) yang besar, tingginya volatilitas spekulatif pada saham di bawah harga Rp 50 per saham, serta potensi jebakan ilusi harga murah bagi investor ritel pemula menjadi perhatian.
Untuk menghadapi kondisi pasar ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang bisa menjadi andalan, yaitu AMMN, TPIA, BRPT, COIN, dan CUAN.
Ikuti DailyFX.ID
