— Analis Phintraco Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak dalam rentang yang relatif datar atau sideways pada perdagangan Rabu, 19 Agustus 2026. Perkiraan pergerakan IHSG berada di antara level resistance 6.500, pivot 6.450, dan support 6.400.

Meskipun demikian, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang dinilai memiliki potensi keuntungan. Salah satu saham yang disorot adalah PT Pabrik Kertas Indonesia Tbk (TKIM).

Sebelumnya, IHSG berhasil ditutup menguat sebesar 0,75% ke level 6.449,83. Secara analisis teknikal, IHSG masih mampu bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20), meskipun ditutup dengan adanya gap up. Histogram MACD menunjukkan tren yang cenderung mendatar, sementara Stochastic RSI masih berada di area pivot.

Dengan kondisi tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG pada hari ini akan bergerak sideways dalam rentang 6.400 hingga 6.500. “Sementara itu, FTSE masih melanjutkan evaluasi pasar saham Indonesia,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Rabu (19/8/2026).

Phintraco Sekuritas menambahkan bahwa Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada hari ini diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acu (BI Rate) di level 5,75%. Keputusan ini sejalan dengan laju inflasi yang masih berada dalam target Bank Indonesia, serta upaya Bank Indonesia untuk meningkatkan stabilitas Rupiah dan memacu pertumbuhan ekonomi.

Suku bunga deposit facility rate dan lending facility juga diprediksi akan tetap masing-masing pada level 4,75% dan 6,5%. Para investor diperkirakan akan mencermati penjelasan Bank Indonesia mengenai arah kebijakan selanjutnya. Sementara itu, laju pertumbuhan kredit diproyeksikan meningkat menjadi 13% year-on-year (YoY) di Juli 2026, naik dari 12,67% YoY pada Juni 2026.

Utang Luar Negeri Indonesia Mengalami Kenaikan

Phintraco Sekuritas melaporkan bahwa Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai US$ 454,4 miliar pada Kuartal II-2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 4,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (2025), dan lebih tinggi dari US$ 433,4 miliar pada Semester I-2026.

Kenaikan ini terutama disebabkan oleh peningkatan ULN sektor publik, baik dari sisi pemerintah maupun bank sentral. Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 30,6% pada Kuartal II-2026. Mayoritas ULN ini merupakan ULN jangka panjang, yang menyumbang 82,1% dari total ULN.

“Kenaikan ULN ini menjadi sentimen negatif, namun rasio ULN terhadap PDB masih relatif terkendali,” tambah Phintraco Sekuritas.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang berpotensi memberikan keuntungan, yaitu TKIM, AADI, WIFI, CTRA, dan TOWR.