DailyFX.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami penguatan terbatas pada perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026. Pada penutupan perdagangan Senin, 24 Agustus 2026, IHSG tercatat melemah 24,02 poin atau 0,37% ke level 6.501. Sektor barang baku mencatat kenaikan tertinggi 1,38%, sementara sektor properti mengalami pelemahan terdalam 1,67%.
Berdasarkan analisis teknikal, Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan resistance di kisaran 6.440 hingga 6.630. Kondisi pasar domestik yang mulai membaik dihadapkan pada sejumlah sentimen global yang kurang kondusif.
Salah satu sentimen global adalah penurunan data US Conference Board Consumer Confidence dari 90,2 menjadi 89,4. Meskipun demikian, komponen US Conference Board Present Situation justru mengalami kenaikan dari 114,4 menjadi 121,2, mengindikasikan optimisme masyarakat terhadap kondisi saat ini. Namun, konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung, menyebabkan harga minyak dunia tetap tinggi dan memberikan tekanan inflasi.
Penurunan data US Conference Board Consumer Confidence ke level terendah tahun ini disebabkan oleh memburuknya prospek bisnis dan pasar tenaga kerja. Kenaikan biaya hidup akibat harga bensin yang melambungkan telah mendorong banyak perusahaan memperlambat rekrutmen, yang berdampak pada penurunan pengeluaran di semester satu. Hal ini juga menyebabkan komponen US Conference Board Expectations menurun dari 74 menjadi 68,2, mencerminkan pesimisme konsumen terhadap prospek pekerjaan dan pendapatan di masa depan.
Di sisi lain, Tiongkok menyatakan penolakan terhadap sanksi Amerika Serikat terhadap puluhan entitas Tiongkok dan ancaman terhadap lembaga keuangan yang berhubungan dengan Iran. Tiongkok menegaskan bahwa hubungan bilateralnya dengan Iran tidak boleh diganggu dan siap mengambil langkah perlindungan kepentingan. Amerika Serikat juga berencana mempertahankan tarif 7,5% untuk barang-barang Tiongkok atas tuduhan kelebihan kapasitas manufaktur, yang ditentang oleh Tiongkok.
Tiongkok telah memberikan bantuan ekonomi kepada Iran sebagai pembeli minyak terbesarnya, namun tetap berhati-hati menjelang pertemuan pada 24 September mendatang di Amerika Serikat. Presiden Xi Jinping juga diprediksi akan mengambil sikap hati-hati namun tetap berupaya memperluas pengaruh Tiongkok di negara-negara berkembang. Kedekatan Tiongkok dengan negara-negara Arab, termasuk menjadi tuan rumah KTT Arab tahun ini, berpotensi memperkuat pengaruhnya di kancah global.
Sementara itu, di dalam negeri, sejumlah pemerintah daerah mulai melakukan revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 akibat perubahan kemampuan fiskal pasca pengurangan transfer dari pemerintah pusat. Penyesuaian ini dilakukan melalui perubahan KUA-PPAS, dengan beberapa daerah memangkas target pendapatan dan belanja. Meskipun tambahan DAU dan pembayaran kurang bayar DBH memberikan sedikit ruang fiskal, dana tersebut banyak dialokasikan untuk kebutuhan gaji dan belanja pegawai, membatasi ruang untuk program prioritas dan pembangunan.
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai bahwa revisi APBD 2026 mencerminkan semakin terbatasnya ruang fiskal pemerintah daerah akibat berkurangnya transfer pusat. Kondisi ini berpotensi mendorong pemerintah daerah untuk menekan belanja pembangunan dan memprioritaskan belanja wajib seperti gaji serta layanan dasar. Penurunan belanja daerah dalam jangka pendek dapat mengurangi aktivitas ekonomi, terutama di daerah yang bergantung pada belanja pemerintah, serta menekan konsumsi, investasi, dan pertumbuhan ekonomi regional.
Menyikapi kondisi tersebut, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham TOWR, TINS, dan ADRO untuk aktivitas trading pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Ikuti DailyFX.ID
