DailyFX.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak menguat terbatas pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026. Pada penutupan perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026, IHSG tercatat menguat 65,9 poin atau 1,04% ke level 6.409.
Sektor infrastruktur memimpin penguatan dengan kenaikan 2,17%, sementara sektor barang konsumen non-primer mencatat kenaikan terendah sebesar 0,69%. Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support 6.320 dan resistance 6.600.
Sentimen positif datang dari data ketenagakerjaan Amerika Serikat. Meskipun ada penurunan pada data US Change in Nonfarm Payrolls dan US Change in Manufacture Payrolls, data US Change in Private Payrolls tetap stabil. Penurunan data ketenagakerjaan ini diperkirakan dipengaruhi oleh pengurangan stimulus pemerintah dan penurunan di sektor pendidikan pemerintah daerah.
Tingkat pengangguran di AS mengalami penurunan dari 4,2% menjadi 4,1%, meskipun data ini terlihat kurang konsisten dengan data ekonomi lainnya. Jumlah tenaga kerja rumah tangga turun 87.000 pada Juli, sementara angkatan kerja turun lebih banyak 264.000. Akibatnya, jumlah pengangguran turun 178.000 meski jumlah orang yang bekerja lebih sedikit.
Rasio lapangan kerja terhadap populasi turun 0,8%. Pilarmas berharap perusahaan dapat membuka lebih banyak lowongan pekerjaan baru untuk menyeimbangkan supply and demand ketenagakerjaan.
Di sisi lain, penurunan harga minyak memberikan dampak positif terhadap inflasi di Tiongkok, baik dari sisi produsen maupun konsumen. Tiongkok PPI YoY turun dari 4,1% menjadi 3,5%, dan Tiongkok CPI YoY turun dari 1% menjadi 0,5%. Penurunan inflasi produsen ini merupakan yang pertama sejak perang Amerika dan Iran, memberikan sentimen positif bagi prospek inflasi di masa depan.
Belanja konsumsi dalam negeri yang lesu membuat banyak perusahaan tidak meneruskan biaya produksi mereka, seperti chip, logam, dan harga minyak yang lebih tinggi. Hal ini menciptakan kesenjangan keuntungan antara sektor hulu dan hilir. Namun, penurunan inflasi produsen diharapkan dapat mendorong kenaikan daya beli dan konsumsi rumah tangga di Tiongkok.
Sementara itu, negosiasi antara Iran dan Oman mengenai Selat Hormuz masih berlangsung tanpa kesepakatan akhir. Iran menolak berdiskusi langsung dengan AS karena dianggap melanggar perjanjian perdamaian. Iran juga mengajukan berbagai persyaratan berat kepada Amerika untuk membuka Selat Hormuz, termasuk pencabutan blokade angkatan laut dan sanksi.
Di dalam negeri, Badan Gizi Nasional (BGN) menurunkan target penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 82 juta menjadi sekitar 63 juta orang dengan anggaran Rp 268 triliun. Penyesuaian ini dilakukan setelah ditemukan sekitar 6 juta data penerima yang terduplikasi. BGN juga mengevaluasi sekolah swasta yang mampu secara ekonomi dan memetakan kapasitas dapur produksi SPPG.
SPPG yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) diberi batas waktu hingga 10 Agustus. Pilarmas menilai penurunan target penerima MBG menunjukkan pemerintah memperketat akurasi data dan kesiapan infrastruktur. Namun, proses verifikasi data dan pembenahan kapasitas SPPG perlu dilakukan dengan cepat agar tidak menghambat pemerataan program.
Perbaikan targeting berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran, namun pemerintah tetap perlu memastikan kualitas makanan dan cakupan penerima yang benar-benar membutuhkan tidak berkurang.
Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham PWON, PGEO, dan NCKL untuk trading pada Senin, 10 Agustus 2026.
Ikuti DailyFX.ID
