DailyFX.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan Jumat, 18 September 2026. Sejumlah faktor diperkirakan akan menjadi sentimen positif bagi pasar saham domestik.
Penguatan indeks di bursa Wall Street, kenaikan harga komoditas seperti CPO, nikel, timah, emas, dan tembaga, serta aksi beli investor asing menjadi katalis utama yang diperkirakan akan mendorong IHSG. Selain itu, rebalancing indeks FTSE dan GDX, GDXJ juga berpeluang memberikan tambahan dorongan positif.
CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam kisaran support 6.410-6.360 dan resist 6.515-6.565. Proyeksi ini didasarkan pada analisis pergerakan pasar global dan domestik.
Pada perdagangan sebelumnya, indeks di bursa Wall Street ditutup menguat. Penguatan ini didorong oleh penurunan harga minyak mentah dan imbal hasil obligasi pemerintah, serta kenaikan saham sektor teknologi. Keputusan The Fed menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir juga turut mempengaruhi pergerakan pasar.
Harga minyak mentah jenis WTI tercatat turun 0,51% ke level US$ 101,9 per barel, sementara Brent turun 0,95% menjadi US$ 104,8 per barel. Penurunan ini terjadi seiring meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dari Arab Saudi, setelah negara tersebut memutuskan akan mengirimkan minyak mentah ke pelanggannya di Asia melalui metode ship-to-ship transfer di dekat Sohar, Oman.
Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah dengan tenor 10 tahun mengalami penurunan sebesar 7 basis poin menjadi 4,93%, berada di bawah 5%. Di sisi lain, saham-saham sektor teknologi berkapitalisasi besar menunjukkan performa positif, di antaranya Nvidia yang menguat 2,54%, Amazon 2,13%, Qualcomm 2,09%, Intel 7,67%, dan Microsoft 1,52%.
Menyikapi potensi penguatan IHSG, CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan enam saham untuk aktivitas trading pada Jumat, 18 September 2026. Saham-saham tersebut adalah MAPI, ERAA, ADRO, CUAN, LSIP, dan PTBA.
Ikuti DailyFX.ID
