— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di zona merah pada perdagangan sesi I Jumat (18/9/2026). IHSG hari ini turun 22,69 poin atau 0,35% ke level 6.439, seiring dengan bursa regional Asia yang bergerak beragam.

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, investor masih mencermati sejumlah sentimen global. Hal ini meliputi perkembangan konflik Timur Tengah, pergerakan harga minyak, hingga arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) dan Jepang.

Pergerakan harga minyak menjadi salah satu perhatian pasar setelah Arab Saudi mengambil langkah untuk melanjutkan aliran minyak melalui pipa East-West. Kondisi tersebut meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang sebelumnya meningkat akibat gangguan pasokan energi.

Di sisi lain, Pilarmas menyebutkan, pasar masih mencerna kebijakan The Fed yang menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pekan ini. “Kenaikan tersebut menjadi perhatian karena The Fed masih membuka kemungkinan pengetatan tambahan pada akhir tahun untuk meredam tekanan harga yang dinilai masih tinggi,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Jumat (18/9/2026).

Pilarmas menambahkan, sentimen dari Jepang turut menjadi perhatian. Bank Sentral Jepang (BOJ) menaikkan suku bunga kebijakan sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%. Investor kini mencermati arah kebijakan BOJ selanjutnya di tengah meningkatnya tekanan inflasi dan upah.

Rencana Pertemuan Trump

Pilarmas menyebut, pasar juga menunggu rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan para pemimpin negara-negara Teluk pada pekan depan. Pertemuan tersebut diharapkan membuka peluang bagi upaya diplomatik untuk meredakan konflik di Timur Tengah.

Sementara itu, rencana pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping juga menjadi perhatian investor. “Pertemuan kedua pemimpin negara ekonomi terbesar dunia tersebut diharapkan membuka ruang bagi perbaikan hubungan bilateral. Namun, pasar masih dibayangi ketidakpastian terkait sanksi, tarif, dan konflik geopolitik,” jelas Pilarmas.

Pada perdagangan sesi I Jumat (18/9), sejumlah saham mencatat kenaikan terbesar, antara lain KICI, MPIX, BYAN, MGNA, dan BAJA. Sementara saham yang mengalami penurunan terbesar meliputi FORU, AGAR, DOOH, AYLS, dan ASHA.

Di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif, Pilarmas merekomendasikan saham PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) dengan rekomendasi buy. Pilarmas menetapkan level support saham ESSA di Rp 600 dan resistance Rp 685.