DailyFX.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah 7,87 poin atau 0,12% ke level 6.454,55 pada sejam pertama perdagangan Jumat (18/9/2026). Pelemahan ini terjadi setelah indeks sempat dibuka dengan tren positif. Sepanjang sesi awal, IHSG bergerak dalam rentang 6.449 hingga 6.521.
Di tengah pelemahan indeks secara keseluruhan, sejumlah saham justru menunjukkan performa impresif dan masuk dalam jajaran saham dengan predikat top gainers. Bahkan, dua saham di antaranya berhasil menyentuh batas auto rejection atas (ARA), menandakan kenaikan harga yang sangat tajam.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), tercatat total 10,78 miliar lembar saham telah diperdagangkan pada sejam perdagangan terakhir. Nilai transaksi mencapai Rp 5,46 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 757.314 kali.
Secara rinci, terdapat 210 saham yang mengalami kenaikan harga, sementara 371 saham diperdagangkan menurun, dan 203 saham lainnya stagnan. Saham-saham blue chip yang tergabung dalam indeks LQ45 terpantau mengalami penurunan sebesar 1,02%.
Pergerakan indeks saham di kawasan Asia pada sesi awal perdagangan mayoritas menunjukkan tren positif. Nikkei Jepang menguat 0,82%, indeks Shanghai melonjak 1,03%, dan Hang Seng Hong Kong naik 0,66%. Sementara itu, indeks Straits Times Singapura sedikit terkoreksi sebesar 0,22%.
Saham-Saham Top Gainers
Sementara IHSG secara umum melemah, beberapa saham berhasil mencuri perhatian dengan lonjakan harga yang signifikan. Harga saham-saham ini melonjak antara 12% hingga 24%.
Dua saham yang berhasil mencapai batas auto rejection atas (ARA) adalah PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) yang melonjak 24,82% ke level Rp 352, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang melesat 19,96% ke harga Rp 13.825.
Selain kedua saham tersebut, beberapa saham lain yang juga masuk dalam daftar top gainers antara lain PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) yang menanjak 15,34% ke Rp 218, PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) naik 14,94% ke Rp 200, dan PT Indo Acidatama Tbk (SRSN) yang menguat 12,93% ke Rp 131.
Sebaliknya, PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) menjadi saham dengan predikat top losers. Harga sahamnya anjlok parah hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB), dengan penurunan mencapai 14,97% ke level Rp 3.010.
Ikuti DailyFX.ID
