— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan pada penutupan perdagangan Rabu (23/9/2026), ditutup naik 97,87 poin atau 1,56% ke level 6.374,9. Penguatan ini didukung oleh kenaikan di hampir seluruh sektor saham, dengan sektor barang baku memimpin lonjakan sebesar 3,47%.

Beberapa saham unggulan dalam indeks LQ45 turut mencatatkan kenaikan. PT Indika Energy Tbk (INDY) melesat 10,04%, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) naik 9,2%, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melonjak 8,8%. Perdagangan hari ini mencatat total nilai transaksi mencapai Rp 12,8 triliun, dengan 464 saham menguat, 200 saham melemah, dan 299 saham stagnan.

Tiga saham berhasil mencapai Auto Rejection Atas (ARA) atau batas kenaikan tertinggi yang diizinkan, yaitu saham MPXL yang melonjak 34,15% ke Rp 220, saham FORU naik 34,09% menjadi Rp 236, dan saham UNSP yang menguat 24,27% ke Rp 256. Saham-saham lain yang masuk dalam jajaran top gainers menunjukkan lonjakan harga antara 18% hingga 34%.

Seluruh sektor saham membukukan penguatan. Sektor energi naik 2,59%, sektor barang konsumen non-primer 2,49%, sektor perindustrian 2,21%, sektor properti 1,99%, dan sektor infrastruktur 1,26%. Sektor transportasi menguat 1,02%, barang konsumen primer 0,62%, keuangan 0,56%, teknologi 0,55%, dan kesehatan 0,01%.

Secara fundamental, Pilarmas Investindo Sekuritas mengamati perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global. Pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai pertemuan positif dengan utusan Iran, serta potensi Iran membuka Selat Hormuz, menjadi sentimen positif. Rencana Arab Saudi memulihkan ekspor minyak melalui pipa Timur-Barat juga turut diperhatikan.

Di sisi lain, investor perlu mencermati arah kebijakan The Fed yang diindikasikan akan kembali menaikkan suku bunga. Peringatan dari Presiden The Fed Richmond Tom Barkin mengenai potensi lamanya peredaan guncangan inflasi dan risiko pengakaran tekanan harga yang tinggi, serta pernyataan Presiden The Fed Boston Susan Collins yang mendukung kenaikan suku bunga, mengindikasikan potensi kenaikan suku bunga The Fed berikutnya di Oktober dengan peluang sekitar 54%.

Dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI). Konsensus pasar memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di level 5,75%. Pelaku pasar juga menanti pernyataan BI terkait arah kebijakan moneter dan langkah stabilisasi nilai tukar.

Dalam perdagangan hari ini, lima saham memberikan keuntungan terbesar dengan kenaikan harga antara 18% hingga 34%. Saham PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) memimpin dengan lonjakan 34,15% ke Rp 220, diikuti PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) yang naik 34,09% menjadi Rp 236, dan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) menguat 24,27% ke Rp 256. PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI) meningkat 22,16% ke Rp 226, dan PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) terangkat 18,18% menjadi Rp 442.

Sementara itu, beberapa saham mengalami pelemahan signifikan. PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) anjlok 15% ke Rp 2.380, PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) ambles 14,5% menjadi Rp 94, dan PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR) jatuh 14,14% ke Rp 85. Saham PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) terkoreksi 14,06% menjadi Rp 55, dan PT Sunter Lakeside Hotel Tbk (SNLK) turun 13,3% ke Rp 220.