— JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada awal perdagangan Selasa (22/9/2026). Indeks tercatat merosot 39,19 poin atau 0,61% ke level 6.345,53, setelah sempat dibuka dengan tren positif. IHSG bergerak dalam rentang 6.343 hingga 6.423 pada sejam pertama perdagangan.

Sementara IHSG melemah, sejumlah saham justru menunjukkan performa impresif dan masuk dalam daftar saham dengan kenaikan tertinggi (top gainers). Dua di antaranya bahkan melonjak hingga mencapai batas auto rejection atas (ARA), yang menandakan kenaikan harga maksimal dalam satu hari perdagangan.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, sebanyak 10,66 miliar lembar saham telah diperdagangkan dalam sejam pertama. Nilai transaksi mencapai Rp 4,07 triliun, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 701.805 kali.

Secara keseluruhan, terdapat 173 saham yang mengalami kenaikan harga, berbanding terbalik dengan 435 saham yang diperdagangkan menurun, dan 175 saham lainnya stagnan. Saham-saham berkapitalisasi besar yang tergabung dalam indeks LQ45 juga terpantau melemah sebesar 0,64%.

Di tengah pelemahan IHSG, indeks saham di kawasan Asia justru menunjukkan tren penguatan. Indeks Shanghai (China) naik 0,26%, Hang Seng (Hong Kong) menguat 0,62%, dan Straits Times (Singapura) menanjak 0,34%. Sementara itu, Indeks Nikkei (Jepang) tidak diperdagangkan karena hari libur.

Saham-Saham Top Gainers

Di sisi lain, beberapa saham berhasil mencatatkan kenaikan harga yang signifikan, mulai dari 15% hingga 34%. PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) memimpin daftar top gainers dengan lonjakan 34,35% ke harga Rp 176. Menyusul di belakangnya, PT Satria Antaran Prima Tbk melonjak 24,5% ke level Rp 376, keduanya berhasil mencapai ARA.

Saham-saham lain yang juga masuk jajaran top gainers antara lain PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) yang melesat 19,13% ke Rp 274, PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) menanjak 16,28% ke Rp 100, dan PT Asia Sejahetera Mina Tbk (AGAR) yang naik 15,22% ke Rp 2.650.

Saham Top Losers

Sebaliknya, terdapat lima saham yang mengalami penurunan harga paling parah dan masuk dalam daftar top losers. PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) anjlok 9,5% ke Rp 362, diikuti oleh PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) yang jatuh 8,16% ke Rp 180, serta PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) yang melemah 7,91% ke Rp 128.

Daftar saham top losers lainnya diisi oleh PT Geoprima Solusi Tbk (JARR) yang turun 7,75% ke Rp 262 dan PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) yang melemah 7,18% ke Rp 336.