— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan pada perdagangan sesi pertama Selasa (15/9/2026), anjlok 49,77 poin atau 0,76% ke level 6.484. Sentimen eksternal, terutama perkembangan geopolitik yang memengaruhi pasar energi, menjadi penyebab utama pelemahan ini. Bursa saham regional Asia yang mayoritas melemah turut menambah tekanan terhadap pasar domestik.

Pilarmas Investindo Sekuritas mengamati pergerakan pasar yang masih dibayangi oleh isu global. Perhatian investor tertuju pada kenaikan harga minyak dunia yang terus berlanjut setelah Arab Saudi menutup jalur pipa minyak utamanya. Kejadian ini memicu kekhawatiran akan pasokan energi global.

Situasi geopolitik di Timur Tengah juga dilaporkan kembali memanas. Pertemuan diplomatik antara Iran dan negara-negara Teluk Arab terkait situasi di Selat Hormuz mengalami penundaan. Iran mengklaim sebuah kapal tanker super yang mencoba memasuki area terlarang di Hormuz meledak setelah menabrak ranjau. Iran menegaskan tidak akan terlibat dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat sebelum tuntutannya dipenuhi, yang semakin meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap keamanan jalur perdagangan minyak global.

Di sisi lain, Ukraina membantah klaim Presiden AS Donald Trump mengenai kesepakatan antara Kyiv dan Rusia untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi masing-masing. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan kesiapannya untuk menghentikan serangan terhadap target energi Rusia jika Moskow melakukan hal serupa. Pernyataan ini berbeda dengan klaim Trump yang menyebutkan adanya kesepakatan penangguhan serangan.

Kenaikan harga energi menjadi perhatian serius investor karena berpotensi mendorong inflasi kembali naik. Kondisi ini juga dapat memengaruhi arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Pasar saat ini memperkirakan sekitar 92% peluang The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Rabu waktu setempat. Ekspektasi kenaikan suku bunga ini menjadi beban tambahan bagi aset berisiko, termasuk saham.

Suahasil Jaga Fiskal

Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada perombakan kabinet setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Pasar berharap pergantian ini mampu menjaga kontinuitas kebijakan dan disiplin fiskal negara.

Suahasil Nazara menegaskan pentingnya menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap mampu mendukung program prioritas pemerintah. Ia menekankan bahwa APBN memiliki dua fungsi utama: mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas.

Lebih lanjut, Suahasil menegaskan komitmennya untuk mempertahankan defisit anggaran di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB). Meskipun sentimen domestik relatif mendapat dukungan dari kesinambungan kebijakan fiskal, Pilarmas menilai investor masih perlu mencermati perkembangan eksternal yang berpotensi menjaga volatilitas IHSG.

Pada sesi pertama perdagangan hari ini, saham-saham yang mengalami kenaikan terbesar adalah DEFI, CCSI, ALKA, TRJA, dan SEMA. Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan terbesar tercatat pada SAPX, RIGS, CSMI, FOLK, dan BTEK.

Untuk strategi perdagangan, Pilarmas merekomendasikan untuk melakukan pembelian saham VKTR dengan area support di Rp 730 dan resistance di Rp 900.