DailyFX.ID — Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan kenaikan signifikan pada perdagangan Selasa (15/9/2026). Penguatan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan indikasi bahwa konflik antara AS dan Iran berpotensi segera berakhir. Pernyataan tersebut berhasil meningkatkan optimisme di pasar, yang turut mengangkat kinerja aset kripto menjelang pengumuman keputusan suku bunga The Fed.
Berdasarkan data CoinMarketCap yang tercatat pada pukul 07.35 WIB, harga Bitcoin hari ini mengalami kenaikan sebesar 1,64%. Nilainya mencapai US$ 78.007 per koin, atau setara dengan Rp1,37 miliar, dengan asumsi kurs Rp17.647 per dolar AS.
Penguatan yang dialami Bitcoin pada hari ini juga berimbas positif pada pasar kripto secara keseluruhan. Kapitalisasi pasar kripto global tercatat meningkat 1,59% dalam 24 jam terakhir, mencapai US$ 2,66 triliun. Indeks CoinDesk 20, yang melacak kinerja 20 aset kripto terbesar, juga menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,03%.
Aset kripto lainnya juga mengalami penguatan. Ethereum (ETH) naik 1,39% menjadi US$ 2.515, sementara Binance Coin (BNB) menguat 0,25% ke level US$ 719.
Dikutip dari TradingView, pergerakan Bitcoin sempat mendekati level US$ 80.000 setelah Trump memberikan sinyal bahwa konflik AS-Iran dapat segera usai. Pasangan BTC/USD bahkan berhasil menghapus kerugian yang terjadi pada akhir pekan dan mencatat penguatan sekitar 3% dalam perdagangan Senin.
Trump menyatakan bahwa Iran memiliki keinginan untuk segera mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat, membuka kemungkinan bagi Washington untuk terlibat dalam proses tersebut. Optimisme yang muncul dari pernyataan ini juga memberikan tekanan pada harga minyak.
Trump memperkirakan harga minyak akan mengalami penurunan tajam setelah konflik militer dengan Iran berakhir. Meskipun demikian, ketidakpastian di kawasan Timur Tengah masih menjadi faktor yang membayangi pasar. Selain Selat Hormuz, ancaman juga muncul di jalur pipa East-West Saudi Arabia dan Selat Bab el-Mandeb akibat meluasnya konflik.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) masih bertahan di atas US$ 100 per barel, sementara Brent berada di kisaran US$ 105 per barel.
Menanti Keputusan The Fed
Selain perkembangan geopolitik, para investor Bitcoin kini mengalihkan perhatian mereka pada keputusan suku bunga yang akan diumumkan oleh The Fed pada hari Rabu. Data dari CME Group FedWatch Tool menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin mencapai 92,7%, meningkat dari 59,4% pada pekan sebelumnya.
Pasar secara luas memperkirakan suku bunga The Fed akan naik ke kisaran 3,75-4%. Menurut QCP Capital, sebuah perusahaan perdagangan aset kripto, pasar telah memperhitungkan kenaikan 25 basis poin tersebut. Oleh karena itu, respons Bitcoin terhadap keputusan suku bunga ini diperkirakan tidak akan terlalu besar.
Sebaliknya, perhatian utama investor akan tertuju pada pernyataan dan pandangan para pejabat The Fed mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya. “Pertanyaan biner mengenai apakah The Fed akan menaikkan suku bunga sudah terjawab. Fokus utama pasar kini adalah bagaimana pembuat kebijakan membingkai kenaikan tersebut dan apa sinyalnya terhadap arah kebijakan selanjutnya,” ungkap QCP Capital dalam analisisnya.
QCP Capital juga memberikan peringatan bahwa harga minyak yang terus bertahan tinggi dapat memperbesar tekanan inflasi. Hal ini berpotensi membatasi ruang gerak The Fed dalam menghentikan pengetatan kebijakan moneter.
Dari sisi teknikal, Bitcoin berhasil kembali menembus exponential moving average (EMA) 50 pekan yang berada di level US$ 77.430. Level ini menjadi salah satu support penting yang perlu dipertahankan oleh Bitcoin untuk menjaga peluang pemulihan tren bullishnya.
Ikuti DailyFX.ID
