— Saham emiten Grup Sinar Mas, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), menunjukkan penguatan sebesar 2,41% dan ditutup pada Rp 8.500 di akhir sesi I perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026. Perdagangan saham INKP mencatatkan volume 3,47 miliar lembar dengan frekuensi 2.023 kali transaksi, menghasilkan nilai total Rp 29,36 miliar.

Pergerakan saham INKP berbalik arah dari pelemahan 0,90% pada Selasa, 11 Agustus 2026. Meskipun demikian, investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 18,30 miliar pada saham ini. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, saham Indah Kiat Pulp & Paper secara konsisten mengalami kenaikan signifikan sebesar 16,04%.

Terlepas dari kenaikan tersebut, rasio price to book value (PBV) INKP tercatat masih berada di angka 0,36 kali. Rasio PBV berfungsi untuk membandingkan harga saham di pasar dengan nilai buku per saham. Berdasarkan data dari Stockbit Sekuritas, nilai buku INKP per saham mencapai sekitar Rp 23.500. Sementara itu, rasio price earning ratio (PER) INKP berada di 3,63 kali secara annualized, yang membandingkan harga saham dengan laba per saham yang disetahunkan.

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), emiten yang berada di bawah naungan Grup Sinar Mas, berhasil membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 372,33 juta atau setara dengan Rp 6,64 triliun sepanjang semester I-2026. Angka ini menunjukkan lonjakan sebesar 127% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana laba bersih tercatat US$ 163,71 juta pada semester I-2025. Laba per saham dasar yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga melonjak dari US$ 0,02992 menjadi US$ 0,06806.

Lonjakan laba bersih Indah Kiat Pulp & Paper didukung oleh peningkatan penjualan neto atau omzet yang naik menjadi US$ 1,7 miliar (sekitar Rp 30,3 triliun) dari sebelumnya US$ 1,56 miliar. Selain itu, laba selisih kurs neto juga meningkat drastis menjadi US$ 185,25 juta, jauh melampaui US$ 19,47 juta yang tercatat pada semester I-2025.

Sucor Sekuritas dalam analisisnya menyatakan bahwa pada semester I-2026, laba bersih INKP mencapai US$ 372 juta, yang merepresentasikan 38% dari proyeksi laba untuk setahun penuh. Pendapatan perusahaan juga tumbuh 9% menjadi US$ 1,7 miliar. Dengan mempertimbangkan kapasitas produksi baru yang mencapai 2,4 juta ton per tahun, Sucor Sekuritas mempertahankan proyeksi kinerja keuangan INKP untuk tahun 2026.

Sucor Sekuritas melanjutkan rekomendasi beli untuk saham INKP dengan target harga Rp 20.100, yang setara dengan PER 2027 sebesar 9,8 kali. Proyeksi pencapaian target harga tersebut diperkirakan akan ditopang oleh pertumbuhan CAGR laba bersih yang mencapai 19% hingga tahun 2028.