— JAKARTA – Allianz Indonesia berhasil mencatatkan pendapatan premi bruto (gross written premium/GWP) sebesar Rp 11,4 triliun hingga paruh pertama tahun 2026. Angka ini merupakan gabungan kontribusi dari PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life), PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah), dan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia (Allianz Utama).

Kinerja GWP tersebut menunjukkan ketahanan yang relatif terjaga jika dibandingkan dengan pencapaian sepanjang tahun 2025. Pada tahun sebelumnya, Allianz Indonesia membukukan GWP senilai Rp 21,4 triliun, yang berarti mengalami pertumbuhan sebesar 9,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain GWP yang solid, total aset gabungan Allianz Indonesia hingga semester I-2026 tercatat mencapai Rp 41,9 triliun. Perusahaan juga telah melakukan pembayaran klaim dan manfaat gabungan senilai Rp 3,1 triliun, melindungi lebih dari 830 ribu nasabah.

Country Manager & Direktur Utama Allianz Life, Alexander Grenz, menyatakan bahwa performa positif ini mencerminkan kepercayaan nasabah terhadap solusi perlindungan yang ditawarkan. Hal ini terutama penting di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan proteksi jiwa dan kesehatan.

“Di tengah tantangan inflasi medis, kami terus berfokus untuk menyediakan solusi perlindungan kesehatan yang komprehensif, mudah diakses, dan berkelanjutan, sehingga dapat membantu nasabah menjaga ketahanan finansial saat menghadapi berbagai risiko kehidupan,” ujar Grenz.

Direktur Utama Allianz Syariah, Elmie A. Najas, mengungkapkan bahwa pertumbuhan positif Allianz Syariah mengindikasikan adanya peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan berbasis syariah. Ia meyakini asuransi syariah memegang peranan krusial dalam mendukung ketahanan finansial keluarga melalui prinsip saling tolong-menolong dan pengelolaan yang amanah.

“Sejalan dengan nilai Maqasid Syariah, kami terus berfokus menyediakan solusi perlindungan jiwa dan kesehatan yang dapat membantu peserta menghadapi berbagai risiko dan memberikan rasa aman sesuai dengan prinsip syariah,” jelas Elmie.

Presiden Direktur Allianz Utama, Sunadi, menambahkan bahwa pertumbuhan positif Allianz Utama Indonesia mencerminkan komitmen perusahaan dalam menyediakan perlindungan asuransi umum yang relevan bagi nasabah individu maupun pelaku usaha. Komitmen ini juga mencakup kualitas underwriting, kesehatan bisnis, serta kemampuan perusahaan dalam membayar klaim secara berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa pertumbuhan bisnis yang sehat dan berorientasi jangka panjang, harus dibangun di atas fondasi tata kelola risiko yang kuat dan layanan yang dapat diandalkan,” tandas Sunadi.