DailyFX.ID — JAKARTA – Indonesia belum menandatangani komitmen kerja sama jaringan listrik terintegrasi ASEAN Power Grid (APG). Langkah ini diambil karena proses negosiasi harga listrik antarnegara anggota ASEAN belum mencapai kesepakatan yang adil dan saling menguntungkan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan hal tersebut di sela-sela acara Electricity Connect 2026 di Tangerang, Banten, pada Selasa (22/9). Menurutnya, kalkulasi bisnis dan skema penetapan harga yang ditawarkan saat ini belum memberikan keuntungan yang seimbang bagi Indonesia.
Bahlil menjelaskan, dirinya telah berkomunikasi langsung dengan pihak Malaysia mengenai komitmen APG. Proyek ini merupakan salah satu kesepakatan dari KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina. Namun, ia menegaskan tidak akan terburu-buru membubuhkan tanda tangan sampai menghasilkan formula harga yang seimbang bagi kedua belah pihak.
Meskipun masih bernegosiasi soal tarif, Bahlil menegaskan Indonesia tetap menjunjung tinggi prinsip kolaborasi di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, tidak ada negara yang dapat tumbuh menjadi kekuatan besar jika berjuang sendiri. Kolaborasi antarnegara harus dilandasi prinsip saling membutuhkan, saling memberi, dan saling menerima secara setara.
Pembentukan Jaringan Energi dan Isu Ketahanan Regional
Sikap kehati-hatian dalam negosiasi harga ini sejalan dengan dorongan Presiden Prabowo Subianto yang mengajak negara-negara anggota ASEAN untuk mempercepat pembentukan jaringan energi terintegrasi. Presiden menilai ketahanan energi telah menjadi tantangan mendesak yang harus dihadapi bersama di tengah tingginya tekanan global serta ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah.
Secara khusus, kawasan pertumbuhan sub-regional Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) dinilai memiliki potensi energi baru terbarukan (EBT) yang besar. Potensi yang mencakup tenaga air, surya, hingga angin tersebut perlu dioptimalkan melalui interkoneksi listrik regional untuk menjamin kepastian pasokan energi di kawasan.
ASEAN Power Grid (APG) merupakan proyek infrastruktur strategis yang dirancang untuk menghubungkan sistem kelistrikan lintas negara di kawasan Asia Tenggara. Proyek ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan energi regional, meningkatkan efisiensi transmisi, serta memfasilitasi perdagangan energi bersih antarnegara anggota ASEAN.
Kendati integrasi jaringan ini menawarkan solusi atas potensi krisis energi global, tantangan utama penandatanganan komitmen penuh terletak pada perbedaan regulasi pasar, kesiapan infrastruktur domestik, serta penetapan skema tarif keekonomian listrik yang harus memberikan nilai tambah yang adil bagi negara penyuplai maupun penerima.
Ikuti DailyFX.ID
