DailyFX.ID — JAKARTA – FrieslandCampina International Holding B.V (FCIH), induk dari PT Frisian Flag Indonesia (FFI), akan mengakuisisi mayoritas saham PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ). Transaksi senilai Rp14,57 triliun ini dilakukan bersama Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd (BWG) dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa (BWI).
Akuisisi ini akan dilaksanakan melalui skema penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Melalui skema ini, FCIH akan mengambil alih kendali baru atas ULTJ dari Keluarga Prawirawidjaja.
“Setelah dilakukannya rencana transaksi, akan terjadi perubahan pengendalian atas perseroan, di mana FCIH akan menjadi pengendali baru atas perseroan, berlaku efektif sejak rencana inbreng diselesaikan. Dan oleh karenanya, FCIH akan melakukan penawaran tender wajib atas sisa saham perseroan yang dimiliki pemegang saham publik,” tulis Manajemen Ultrajaya dalam prospektus resmi yang dirilis Jumat (18/9/2026).
Manajemen ULTJ mengungkapkan, pihaknya akan menggelar PMHMETD IV dengan menerbitkan 7,88 miliar saham baru pada harga pelaksanaan Rp2.150 per saham. Dalam pelaksanaan rights issue ini, para pemegang saham pengendali perseroan, termasuk Sabana Prawirawidjaja yang memiliki 53,17% saham ULTJ, akan mengalihkan seluruh haknya kepada FCIH, BWG, dan BWI.
Selanjutnya, FCIH akan melaksanakan seluruh HMETD dalam bentuk inbreng (penyetoran saham) 78,09% saham FFI. BWG akan mengeksekusi HMETD dalam bentuk inbreng 16,91% saham FFI, dan BWI sebesar 5,00% saham FFI.
Setelah pelaksanaan rights issue, komposisi kepemilikan saham ULTJ akan berubah. FCIH akan menguasai 28,95% saham, BWG 6,27% saham, dan BWI 1,85% saham. Sisa saham ULTJ lainnya masih dimiliki oleh Sabana Prawirawidjaja sebanyak 30,25%, PT Prawirawidjaja Prakarsa 13,53%, Suhendra Prawirawidjaja 0,86%, Samudera Prawirawidjaja 2,05%, Nila S 2,05%, Lili Melati 0,19%, dan masyarakat sebesar 13,99%.
Bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam HMETD, akan terjadi dilusi kepemilikan saham sebesar 43,11%. Perseroan berencana meminta persetujuan pemegang saham terkait aksi rights issue ini dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026.
Dengan penerbitan 7,88 miliar saham baru senilai Rp2.150 per saham, total nilai dari aksi korporasi ini mencapai Rp16,94 triliun. Sekitar 86,01% dari hasil rights issue akan digunakan untuk pengambilalihan 100% saham FFI senilai Rp14,57 triliun. Sisanya akan disetorkan secara tunai untuk modal kerja perseroan.
“Perseroan memperkirakan bahwa rencana PMHMETD IV akan memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan perusahaan, yaitu antara lain optimalisasi pengelolaan aset yang dapat berdampak positif pada kegiatan operasional, perbaikan ekuitas, pengembangan bisnis, dan pada akhirnya PMHMETD tersebut secara keseluruhan akan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham perseroan,” tegas manajemen Ultrajaya.
Pada perdagangan Jumat (18/9/2026), saham ULTJ ditutup menguat 8,42% ke level Rp2.060. Saham produsen susu segar UHT merek Ultra Milk ini tercatat telah melesat 36,42% dalam satu pekan terakhir.
Ikuti DailyFX.ID
