— Investor asing tercatat melakukan transaksi beli bersih atau net buy sebesar Rp 648,2 miliar pada perdagangan saham sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (20/8/2026). Aksi beli ini terfokus pada empat saham unggulan.

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi primadona dengan net buy asing mencapai Rp 333,4 miliar. Transaksi ini terjadi pada volume 75,5 juta saham, dengan harga rata-rata di sesi I. Perdagangan di pasar reguler ini berlangsung saat harga saham AMMN melesat 7,73% ke level Rp 4.460 hingga berita ini ditayangkan. Dalam sebulan terakhir, saham AMMN telah menguat 13,2%, meskipun secara year to date (ytd) tercatat turun 30,5%. Total saham AMMN yang ditransaksikan mencapai 117,7 juta dengan frekuensi 22,4 ribu kali dan nilai transaksi Rp 519,5 miliar. Posisi ini berbalik dari hari sebelumnya, Rabu (19/8/2026), ketika AMMN mengalami net sell asing sebesar Rp 33 miliar.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga diminati investor asing dengan net buy senilai Rp 186,2 miliar. Volume transaksi saham BBRI pada sesi I mencapai 59,6 juta lembar. Pergerakan harga saham BBRI terpantau menguat 1,62% ke level Rp 3.130. Dalam sebulan terakhir, BBRI menguat 5,3%, namun secara year to date (ytd) mengalami koreksi 14,4%. Total saham BBRI yang diperdagangkan sebanyak 88,5 juta dengan frekuensi 12,2 ribu kali dan nilai transaksi Rp 276,6 miliar. Sebelumnya pada Rabu (19/8/2026), BBRI tercatat mengalami net sell asing senilai Rp 5,3 miliar.

Selanjutnya, PT Antam Tbk (ANTM) mencatatkan net buy asing sebesar Rp 114,9 miliar dari volume 36,6 juta saham. Aksi beli ini terjadi ketika harga saham ANTM menguat 3,6% ke level Rp 3.140. Dalam sebulan terakhir, ANTM menguat 2,28%, sementara secara year to date (ytd) turun tipis 0,32%. Data IDX menunjukkan sebanyak 96,6 juta saham ANTM ditransaksikan dengan frekuensi 18,9 ribu kali dan nilai transaksi Rp 303,5 miliar. Perdagangan sebelumnya pada Rabu (19/8/2026), ANTM mengalami net sell asing senilai Rp 52,5 miliar.

Terakhir, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga diborong investor asing dengan net buy senilai Rp 105,5 miliar dari volume 155,8 juta saham. Perdagangan ini terjadi saat saham BRMS melesat 9,6% ke level Rp 685. Dalam sebulan terakhir, BRMS mencatat penguatan signifikan sebesar 25,6%, meskipun secara year to date (ytd) masih terkoreksi 37,7%. Total saham BRMS yang ditransaksikan mencapai 581,5 juta dengan frekuensi 35,1 ribu kali dan nilai transaksi Rp 393,7 miliar. Kondisi ini berbanding terbalik dengan perdagangan Rabu (19/8/2026) yang mencatat net sell asing sebesar Rp 18 miliar.