— JAKARTA – Perdagangan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) pada Kamis (20/8/2026) ditutup menguat signifikan, mencapai 7,73% dan bertengger di level Rp 4.460 pada akhir sesi I.

Perdagangan saham AMMN mencatatkan volume sebanyak 117,75 juta lembar dengan frekuensi mencapai 22.460 kali. Total nilai transaksi yang terhimpun mencapai Rp 519,53 miliar.

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, lonjakan saham AMMN didorong oleh aksi beli investor asing yang mencapai 75,56 juta saham atau setara dengan Rp 333,40 miliar pada jeda siang perdagangan.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Amman Mineral belum merilis laporan keuangan untuk periode semester I-2026. Direktur AMMN, Anthony R Mathias, sebelumnya telah menyatakan bahwa laporan keuangan konsolidasian interim perseroan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 akan disampaikan paling lambat pada 30 September 2026.

“Oleh karena saat ini sedang dalam proses audit oleh Kantor Akuntan Publik Mirawati Sensi & Idris,” jelasnya dalam keterbukaan informasi yang disampaikan belum lama ini.

Meskipun laporan semester I belum dirilis, kinerja Amman Mineral pada kuartal I-2026 menunjukkan hasil yang positif. Perseroan membukukan penjualan bersih sebesar US$ 808 juta. Angka ini berkontribusi pada EBITDA yang mencapai US$ 508 juta, dengan margin EBITDA sebesar 63%.

Laba bersih yang diraih pada kuartal I-2026 tercatat sebesar US$ 163 juta, sebuah peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mencatatkan rugi. Margin laba bersih perusahaan mencapai 20%.

“Peningkatan profitabilitas yang signifikan dibandingkan Q1 2025 didorong oleh kembali dapat dilakukannya ekspor konsentrat, harga logam yang lebih tinggi, serta perbaikan kinerja operasional yang berkelanjutan,” terang manajemen AMMN dalam keterangannya.