DailyFX.ID — JAKARTA – Kinerja PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menunjukkan lonjakan signifikan pada Agustus 2026, membuka peluang peningkatan laba bersih dan potensi dividen yang lebih tinggi. Prospek saham BBCA masih terus menarik perhatian baik dari sekuritas lokal maupun global.
Berdasarkan analisis UOB Kay Hian Sekuritas, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) BBCA tercatat menguat menjadi 5,7% pada Agustus 2026, naik dari 5,3% pada semester I tahun yang sama. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan yield kredit korporasi yang mencapai 7,4%, dibandingkan 6,7-6,8% pada April lalu.
Meskipun panduan NIM dari manajemen BBCA belum berubah di kisaran 5,4-5,6%, UOB Kay Hian mencatat bahwa batas atas NIM sangat bergantung pada bunga efektif pinjaman. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) BBCA masih berada pada level sehat, yaitu 81%. Hal ini ditopang oleh rasio Current Account and Savings Account (CASA) yang mencapai 85,5%, memberikan ruang bagi BBCA untuk menyalurkan kredit secara selektif.
Perseroan dilaporkan telah merevisi suku bunga kredit korporasi dan tetap mempertahankan segmen Usaha Kecil Menengah (UKM) serta konsumer. “Sementara itu, LDR masih sehat, mencapai 81%, ditopang rasio CASA 85,5%, memberikan ruang bagi BBCA untuk selektif mengucurkan kredit. Perseroan sudah merevisi rate bunga kredit korporasi dan mempertahankan segmen UKM dan konsumer,” tulis UOB Kay Hian.
Rekomendasi dan Target Harga BBCA
UOB Kay Hian mempertahankan rekomendasi buy untuk saham BBCA dengan target harga Rp8.150. Angka ini menawarkan potensi kenaikan sebesar 30% dari harga saat riset diterbitkan. BBCA menjadi saham pilihan utama broker tersebut di sektor perbankan.
Alasan di balik rekomendasi ini adalah pendanaan yang solid serta modal dan likuiditas yang memadai. Potensi rerating valuasi BBCA dapat terjadi apabila terjadi perbaikan kinerja ekonomi makro Indonesia, seiring dengan kembalinya aliran dana asing ke pasar saham domestik.
Sebelumnya, BBCA mencatatkan laba bersih (bank only) sebesar Rp4,92 triliun pada Agustus 2026, yang menunjukkan pertumbuhan 13,1% secara tahunan. Akumulasi laba bersih BBCA hingga periode tersebut mencapai Rp40,17 triliun, dengan pertumbuhan 2,85%.
UOB memprediksi laba bersih BBCA pada tahun 2026 akan mencapai Rp60 triliun, dan diperkirakan meningkat menjadi Rp65 triliun pada tahun 2027. Estimasi yield dividen untuk tahun 2026 adalah sebesar 5,7%, yang diproyeksikan akan membesar menjadi 6,1% pada tahun 2027.
Ikuti DailyFX.ID
