DailyFX.ID — JAKARTA – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi pilihan utama investor asing untuk mendapatkan eksposur di sektor perbankan Indonesia. Kepemilikan asing di saham BBCA tercatat mencapai 29,5% pada Agustus 2026, jauh melampaui bank-bank besar lainnya seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan 26,9%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) 26,2%, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) 21,2%.
Laporan DBS Group Research menyebutkan bahwa angka kepemilikan asing di BBCA pada periode yang sama tahun lalu hanya 4,3%. “Ini menegaskan BBCA kendaraan pilihan investor untuk mendapatkan eksposur sektor perbankan Indonesia,” tulis DBS.
Menjelang keputusan MSCI pada November 2026, DBS Group Research menilai BBCA menawarkan potensi kenaikan yang paling jelas dibandingkan saham perbankan lainnya. Sektor bank Indonesia secara umum dinilai sedang murah, dengan Price to Book Value (PBV) hanya 2,4 kali, berada di bawah rata-rata 10 tahun. Hal ini lebih mencerminkan preferensi investor asing daripada fundamentalnya.
DBS Group Research berpandangan bahwa seluruh risiko telah terefleksi pada valuasi saham bank saat ini. Bagi investor yang optimistis terhadap pemulihan pasar saham Indonesia, BBCA dapat menjadi pilihan investasi yang menarik. DBS merekomendasikan ‘buy’ untuk saham BBCA dengan target harga Rp8.000, yang menawarkan potensi keuntungan sebesar 17,6%. Selain itu, DBS juga merekomendasikan ‘buy’ untuk saham BRIS dengan target harga Rp2.400, memberikan potensi keuntungan 29,8%.
Ikuti DailyFX.ID
