— JAKARTA – KB Valbury Sekuritas menaikkan asumsi harga emas untuk tahun 2026 menjadi US$ 4.500 per troy ounce, naik dari estimasi sebelumnya sebesar US$ 4.400. Revisi ini diperkirakan akan mendorong kenaikan proyeksi pendapatan dan laba bersih PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada tahun ini.

Analis KB Valbury Sekuritas, Ashalia Fitri Yuliana, memproyeksikan pendapatan Antam pada 2026 akan mencapai Rp 109,4 triliun, meningkat dari estimasi awal Rp 99,8 triliun. Sementara itu, laba bersih emiten berkode saham ANTM tersebut diproyeksikan sebesar Rp 9,4 triliun.

Kenaikan asumsi ini sejalan dengan pergerakan harga emas sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) yang telah mencapai US$ 4.544 per troy ounce. Harga emas juga menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 13,3% pada Agustus 2026, mencapai US$ 4.563 per troy ounce. Arus masuk dana ke dana yang diperdagangkan di bursa (exchange-traded fund/ETF) berbasis emas secara global tercatat mencapai US$ 17,7 miliar atau setara dengan 120 ton emas.

“Kinerja ANTM pada semester I-2026 juga melampaui estimasi. Pendapatan tumbuh 6,3% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 62,7 triliun, sedangkan laba bersih meningkat 36% yoy menjadi Rp 6,4 triliun,” tulis Ashalia dalam risetnya yang dikutip pada Selasa (15/9/2026).

Emas menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan Antam, menyumbang porsi 79,9% atau senilai Rp 50,1 triliun. Kontribusi ini ditopang oleh peningkatan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) menjadi US$ 5.002 per troy ounce.

Meskipun demikian, KB Valbury mengidentifikasi adanya risiko dari potensi kelebihan pasokan emas domestik. Di sisi lain, pada bisnis nikel, tambahan kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang mencapai sekitar 19 juta ton berpotensi menopang volume produksi. Namun, ASP bijih nikel berisiko mengalami koreksi pada semester II-2026.

Rekomendasi Saham ANTM dan Target Harga

KB Valbury mempertahankan rekomendasi ‘buy’ untuk saham ANTM dengan menetapkan target harga sebesar Rp 4.000. Angka ini mengindikasikan potensi kenaikan harga saham sebesar 24,2% dari posisi harga saat berita ini ditayangkan.

Target harga saham ANTM tersebut mencerminkan valuasi forward P/E sebesar 9,1 kali. Saat ini, saham ANTM diperdagangkan pada P/E 8,1 kali dan EV/EBITDA mencapai 5,7 kali.

KB Valbury menilai daya tarik investasi pada Antam ditopang oleh harga komoditas yang kuat, peningkatan produksi alumina dari SGAR Mempawah, serta percepatan hilirisasi nikel yang sedang dijalankan Antam bersama mitra strategisnya, CATL dan Huayou Cobalt.