DailyFX.ID — JAKARTA – Pasar keuangan domestik masih dibayangi sentimen global yang belum sepenuhnya mereda, memicu tekanan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada Kamis (10/9/2026), IHSG tercatat turun 1,33 persen ke level 6.589, diiringi aksi jual bersih investor asing senilai Rp 748 miliar di pasar reguler. Tren pelemahan berlanjut pada Jumat (11/9/2026), dengan IHSG kembali melemah 0,73% dan catatan net sell asing sebesar Rp 732,81 miliar.
Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menekankan pentingnya investor untuk tetap selektif di tengah kondisi ini. Investor disarankan mencermati fundamental perusahaan dan perkembangan likuiditas domestik. Saham perbankan, khususnya BBCA dan BBRI yang sebelumnya menjadi penopang pasar, turut merasakan tekanan.
Menariknya, investor asing terpantau melakukan akumulasi pada sejumlah saham seperti ANTM, AADI, CUAN, dan PTBA pada Kamis. Hal ini mengindikasikan adanya rotasi parsial menuju saham komoditas dan sektor-sektor tertentu. Pada Jumat, saham BBRI, AADI, dan PTBA kembali menjadi sasaran pembelian investor asing.
“Sentimen global masih menantang seiring US10YT mendekati 5 persen, kenaikan drastis ECB menjadi 2,5 persen, serta harga minyak yang bertahan tinggi. Namun, transmisi ke pasar domestik sejauh ini relatif terbatas,” ujar Rully, mengutip dari Antara, Sabtu (12/9/2026).
Rully menambahkan bahwa rupiah saat ini berada di kisaran Rp 17.547 per dolar AS, dengan yield Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun sebesar 7,11%. Ketiadaan lelang Surat Berharga Rekapitalisasi Bank Indonesia (SRBI) sepanjang September turut mendorong realokasi likuiditas perbankan ke SBN.
Penguatan rupiah memberikan ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk mengurangi sikap defensif dan melonggarkan kondisi likuiditas dalam jangka pendek. Meski demikian, tekanan dari harga minyak dan global yields masih membatasi ruang pengelolaan melalui suku bunga acuan BI-Rate.
Di tengah dinamika pasar tersebut, perkembangan konsumsi domestik juga menjadi perhatian. Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Novani Karina Saputri, menyatakan bahwa keyakinan konsumen mulai menunjukkan perbaikan, meskipun pemulihannya belum merata.
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Agustus 2026 meningkat menjadi 118,5, naik dari 116,8 pada Juli. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini juga mengalami kenaikan menjadi 109,4, sementara Indeks Ekspektasi Konsumen meningkat menjadi 127,6. Namun, masih terdapat selisih 18,2 poin antara persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi ke depan, mengindikasikan konsumen masih melihat kondisi sekarang dengan lebih hati-hati.
“Perbaikan belum terjadi secara menyeluruh. Kelompok pengeluaran Rp 4,1-5 juta justru menjadi satu-satunya kelompok yang mencatat penurunan keyakinan, sementara persepsi pasar tenaga kerja melemah pada responden berpendidikan universitas dan pascasarjana,” jelas Novani.
Novani juga menyoroti adanya perubahan pola pengelolaan keuangan rumah tangga. Porsi tabungan mengalami penurunan paling besar pada rumah tangga dengan pengeluaran Rp1-4 juta, sementara konsumsi meningkat di hampir seluruh kelompok. Kondisi ini berpotensi menopang permintaan jangka pendek, namun penurunan tabungan juga mengindikasikan bahwa buffer keuangan rumah tangga pada segmen tertentu semakin menipis.
Dengan inflasi yang tercatat sebesar 3,19 persen secara tahunan, perkembangan tersebut perlu diperhatikan karena daya beli rumah tangga akan semakin bergantung pada kemampuan pendapatan untuk mengimbangi kenaikan harga. Meskipun demikian, peningkatan keyakinan konsumen tetap menjadi sinyal positif bagi prospek konsumsi.
Novani menyimpulkan bahwa pemulihan konsumsi yang berkelanjutan masih membutuhkan penguatan pendapatan riil, prospek ketenagakerjaan, dan stabilitas inflasi. “Karena itu, kami mempertahankan strategi portofolio yang selektif dengan preferensi pada saham berfundamental kuat dan arus kas solid. RDPU tetap menjadi pilihan likuiditas anchor, sementara RDPT tetap favorable untuk akumulasi bertahap seiring membaiknya peluang di pasar obligasi,” tutup Novani.
Ikuti DailyFX.ID
