— Bagi pelaku bisnis di sektor transportasi, logistik, distribusi, pertambangan, dan perkebunan, menjaga operasional kendaraan tetap berjalan lancar atau dikenal dengan istilah uptime, merupakan faktor krusial. Tingkat uptime yang tinggi secara langsung berkorelasi dengan peningkatan produktivitas armada dan potensi keuntungan yang lebih besar.

Business Solutions Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Anjar Rosjadi, menjelaskan bahwa Isuzu memandang layanan purnajual bukan sekadar servis saat terjadi masalah. Layanan ini merupakan bagian integral dari solusi bisnis pelanggan yang bertujuan menjaga uptime kendaraan agar operasional tetap optimal, produktivitas meningkat, dan total biaya kepemilikan kendaraan dapat ditekan.

“Karena itu, kami terus memperkuat layanan yang proaktif, memperluas jaringan, memastikan ketersediaan suku cadang, serta menghadirkan teknologi digital yang mampu memberikan nilai tambah bagi setiap pelanggan,” ujar Anjar dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/8/2026).

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Isuzu menghadirkan berbagai program Proactive Solution yang dirancang untuk mencegah potensi gangguan kendaraan sejak dini. Program ini mencakup layanan Free Service hingga dua tahun, Free Spare Part senilai hingga Rp 8 juta, atau Free Tire untuk pembelian unit Isuzu GIGA.

Selain itu, tersedia pula layanan seperti Isuzu Health Report, Vehicle Inspection, Tire Lifetime Contract, Tire Pay-As-You-Go Contract, hingga layanan Manpower On-Site yang menyediakan mekanik langsung di lokasi operasional pelanggan. Seluruh layanan ini dirancang untuk membantu pelanggan menjaga performa armada dan meminimalkan waktu henti kendaraan (downtime).

Sebagai bagian dari strategi solusi menyeluruh, Isuzu menerapkan pendekatan multi-layer parts. Pendekatan ini mencakup penyediaan Isuzu Genuine Parts (IGP) sebagai suku cadang orisinal, serta IADG sebagai alternatif berkualitas dengan harga yang lebih kompetitif. Saat ini, lebih dari 800 item IADG tersedia untuk memenuhi kebutuhan perawatan dan perbaikan kendaraan pelanggan secara cepat dan efisien.

Ketersediaan layanan purnajual didukung oleh jaringan yang luas di seluruh Indonesia. Isuzu memiliki 129 outlet resmi, 165 Bengkel Isuzu Berjalan (BIB), 2.188 Partshop Isuzu, dan 181 Bengkel Mitra Isuzu (BMI). Jaringan ini memastikan pelanggan mendapatkan akses layanan dan suku cadang dengan mudah di berbagai wilayah operasional.

Transformasi digital juga menjadi pilar penting dalam strategi layanan purna jual Isuzu melalui fitur Isuzu Link. Teknologi telematika ini tidak hanya berfungsi sebagai sistem pelacakan kendaraan, tetapi juga membantu pelanggan memantau produktivitas armada, meningkatkan keselamatan berkendara, mengoptimalkan efisiensi operasional, serta mendukung kepatuhan terhadap jadwal perawatan kendaraan.

Data yang dihasilkan oleh Isuzu Link memungkinkan Isuzu memberikan rekomendasi perawatan secara proaktif sebelum terjadi kerusakan yang berpotensi mengganggu operasional bisnis pelanggan. “Melalui penguatan layanan purna jual yang terintegrasi, PT Isuzu Astra Motor Indonesia terus berkomitmen menjadi ‘Real Partner, Real Journey‘ bagi pelanggan dengan menghadirkan solusi yang mampu menjaga kendaraan tetap produktif, efisien, dan siap mendukung berbagai kebutuhan operasional bisnis di Indonesia,” tutup Anjar.