DailyFX.ID — Upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memperbesar pengaruhnya terhadap kebijakan The Federal Reserve (The Fed) masih terbuka lebar, meskipun menghadapi hambatan pengadilan dan penolakan politik di Senat. Sejumlah perubahan jabatan strategis di bank sentral berpotensi membuka jalan bagi Trump untuk menempatkan lebih banyak pejabat pilihannya.
Trump diketahui tetap mendukung Gubernur The Fed Kevin Warsh, meskipun pejabat pilihannya tersebut belum memenuhi desakan presiden untuk menurunkan suku bunga. Warsh sendiri tidak lagi memberikan panduan arah suku bunga sejak Juni, tak lama setelah memimpin bank sentral.
The Fed dirancang untuk menjaga independensinya dari tekanan politik. Masa jabatan tujuh anggota Dewan Gubernur diatur secara bergiliran, sehingga biasanya hanya dua kursi yang berakhir dalam satu periode kepresidenan. Namun, Trump menilai Dewan Gubernur The Fed “mungkin sedikit bermusuhan” dan menghambat Warsh dalam menurunkan suku bunga.
“Saya tahu dia ingin melihat suku bunga yang lebih rendah. Namun, dia memiliki dewan, dan itu adalah dewan politik,” ujar Trump, dikutip Reuters pada Senin (26/08/2026).
Meskipun upaya awal Trump untuk menyingkirkan sejumlah pejabat The Fed belum berhasil, perebutan pengaruh atas kebijakan moneter masih dapat berubah melalui empat jalur potensial. Jalur tersebut meliputi kasus Gubernur Lisa Cook, masa jabatan Pimpinan The Fed Jerome Powell, keputusan Wakil Ketua Philip Jefferson, dan kekosongan pimpinan The Fed Atlanta.
Kasus Lisa Cook
Gubernur The Fed Lisa Cook diangkat mantan Presiden Joe Biden pada 2022 untuk masa jabatan hingga 2038. Ia tercatat sebagai perempuan kulit hitam pertama yang duduk di Dewan Gubernur The Fed.
Trump sempat berusaha memecat Cook setahun lalu. Namun, Mahkamah Agung AS menegaskan bahwa presiden tidak dapat memberhentikan gubernur The Fed tanpa alasan yang memadai dan bukti yang mendukung. Pemerintahan Trump tetap melanjutkan perkara tersebut dengan menjadikan dugaan kesalahan pernyataan dalam dokumen hipotek Cook sebagai alasan pemberhentian. Gedung Putih memintanya memberikan jawaban paling lambat Rabu.
Cook menyebut upaya tersebut sebagai dalih untuk memengaruhi kebijakan suku bunga. Ia diperkirakan akan kembali melawan pemberhentiannya melalui jalur pengadilan dan kemungkinan tetap menjabat selama proses hukum berlangsung.
Masa Jabatan Jerome Powell
Jerome Powell, yang memimpin The Fed selama lebih dari delapan tahun hingga Mei lalu, memilih untuk tetap menjadi anggota Dewan Gubernur. Masa jabatannya baru akan berakhir pada awal 2028.
Berakhirnya masa jabatan Powell menjadi satu-satunya peluang yang pasti bagi Trump untuk mengisi kursi Dewan Gubernur selama sisa pemerintahannya. Trump sebelumnya beberapa kali mempertimbangkan untuk memecat Powell. Pemerintahannya juga sempat membuka penyelidikan pidana terkait proyek renovasi gedung The Fed yang mengalami pembengkakan biaya.
Penyelidikan tersebut dihentikan setelah seorang senator Partai Republik mengancam akan menghambat pencalonan Warsh sebagai ketua The Fed. Namun, penyelidikan terpisah oleh inspektur jenderal The Fed masih berlangsung dan hasilnya dapat memicu upaya baru untuk menyingkirkan Powell.
Keputusan Philip Jefferson
Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson juga dapat menentukan peluang Trump menempatkan pejabat pilihannya. Masa jabatan Jefferson sebagai wakil ketua berakhir pada 2027, tetapi masa jabatannya sebagai gubernur berlangsung hingga 2036.
Jefferson harus memutuskan apakah akan meninggalkan The Fed atau tetap menjadi anggota Dewan Gubernur. Secara tradisional, wakil ketua biasanya akan mundur dari bank sentral setelah masa kepemimpinannya berakhir. Jika Jefferson bertahan, Trump harus memilih wakil ketua dari anggota Dewan Gubernur yang ada. Selain Warsh, pejabat pilihan Trump yang tersedia adalah Wakil Ketua Bidang Pengawasan Michelle Bowman dan Gubernur Christopher Waller.
Kekosongan Pimpinan The Fed Atlanta
Peluang lain muncul dari kekosongan jabatan presiden The Fed Atlanta sejak 28 Februari lalu. Presiden bank regional dipilih oleh dewan direksi setempat, namun harus mendapatkan persetujuan Dewan Gubernur The Fed di Washington.
Proses pemilihan pimpinan The Fed Atlanta sempat mendekati penetapan kandidat akhir. Namun, keputusan tersebut ditunda agar Warsh memiliki waktu untuk meninjau calon yang diajukan. Jabatan di bank regional The Fed selama ini tidak dipandang sebagai jalur langsung bagi Gedung Putih untuk memengaruhi kebijakan. Meski demikian, para presiden bank regional mempunyai peran penting dalam rapat penetapan suku bunga.
Lima dari 12 presiden bank regional memiliki hak suara secara bergiliran. Seluruhnya juga terlibat dalam pembahasan kebijakan moneter yang saat ini dilakukan delapan kali dalam setahun. Dalam rapat The Fed pada 28–29 Juli 2026, tiga presiden bank regional berbeda pendapat dari mayoritas dan mendukung kenaikan suku bunga. Pertemuan itu merupakan rapat kedua Warsh sejak menjabat sebagai ketua bank sentral.
Ikuti DailyFX.ID
