DailyFX.ID — LAMPUNG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus berkobar di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Lampung. Hingga Sabtu (22/8/2026) siang, api dilaporkan terus meluas dan telah membakar sekitar 673,4 hektare (Ha) area konservasi tersebut.
Titik awal api terdeteksi berasal dari lokasi Jati 3, Resort Kuala Penet, SPTN Wilayah III Kuala Penet, Kecamatan Braja Selebah. Kapolres Lampung Timur, AKBP Yuliansyah, mengonfirmasi bahwa api masih terus merembet dari posisi awal ke arah Rawa Mbah Sapon, Grid 7S.
Tim gabungan yang terdiri dari Balai TNWK, TNI-Polri, dan relawan menghadapi kendala signifikan dalam upaya pemadaman. Kondisi vegetasi yang kering ditambah hembusan angin kencang memperbesar kobaran api dan membuatnya sulit dikendalikan.
Akses menuju lokasi kebakaran juga sangat sulit, menyebabkan kendaraan pemadam tidak dapat digunakan. Personel terpaksa berjalan kaki menuju titik api dan mengandalkan peralatan seadanya seperti tangki semprot manual Alpa dan gepyok kayu untuk memadamkan api.
Dalam pemadaman awal, tim mengerahkan 14 personel Polisi Kehutanan (Polhut) dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP), 10 personel Polsek Braja Selebah, serta lima personel Koramil Way Jepara. Kepala Balai TN Way Kambas, MHD Zaidi, menyatakan pihaknya terus berupaya mengendalikan api agar tidak meluas lebih jauh ke dalam kawasan konservasi sambil melakukan pendataan menyeluruh.
Taman Nasional Way Kambas merupakan salah satu kawasan konservasi tertua di Indonesia yang menjadi habitat penting bagi satwa yang dilindungi seperti gajah sumatra, harimau sumatra, dan badak sumatra. Memasuki puncak musim kemarau, kawasan ilalang dan semak belukar yang mengering sangat rentan memicu titik api, baik dari faktor alamiah maupun aktivitas manusia di sekitar perbatasan taman nasional.
Kebakaran yang berulang di wilayah ini mengancam keanekaragaman hayati dan mempersempit ruang gerak satwa endemik yang populasinya terus terdesak.
Ikuti DailyFX.ID
