DailyFX.ID — JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah perkotaan, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan mendukung sektor pariwisata di daerah tersebut.
TPST Kebon Talo dibangun di atas lahan seluas 1,48 hektare dengan kapasitas pengolahan ditargetkan mencapai 60 ton sampah per hari. Fasilitas ini nantinya akan melayani Kecamatan Ampenan dan Kecamatan Sekarbela.
Pembangunan TPST Kebon Talo menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah di Kota Mataram yang diperkirakan menghasilkan sekitar 425 ton sampah setiap hari. Kebutuhan akan infrastruktur persampahan yang memadai semakin mendesak, terutama setelah penutupan TPA Regional Kebon Kongok yang menyebabkan kapasitas pengelolaan sampah menjadi terbatas.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya mempercepat penanganan persoalan sampah sesuai arahan Presiden. Hal ini dilakukan melalui penguatan infrastruktur pengelolaan sampah dan pemanfaatan teknologi yang mampu mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai.
“Ke depan, gunungan sampah akan kita ubah menjadi listrik. Tapi yang lebih penting, kita ubah dulu budaya kita. Hentikan membuang sampah ke sungai dan laut. Karena ketika kita membuang sembarangan, alam akan menghukum kita kembali, misalnya banjir dari sungai, rob dari laut,” ujar Menteri Dody dalam keterangan rilisnya yang diterima di Jakarta, Senin (10/8/2026).
TPST Kebon Talo dirancang dengan konsep pengelolaan sampah terpadu. Sampah yang tiba di lokasi tidak hanya dikumpulkan, tetapi juga dipilah dan diolah untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).
Fasilitas ini dilengkapi dengan teknologi pemilahan otomatis yang mampu memisahkan sampah organik, anorganik, logam, dan residu. Selain itu, TPST ini juga memanfaatkan teknologi Solid Recovered Fuel (SRF) untuk menghasilkan bahan bakar alternatif dan meningkatkan tingkat daur ulang.
Bangunan utama TPST berupa hanggar pengolahan seluas 2.592 meter persegi. Fasilitas ini juga didukung oleh kantor operasional, pos operator jembatan timbang, ruang panel dan powerhouse, serta berbagai prasarana penunjang lainnya.
Sistem pengolahan sampah di TPST ini dilakukan melalui dua lini utama, yaitu lini organik dan lini RDF/anorganik. Dengan pembagian ini, proses pengolahan sampah diharapkan berlangsung lebih efisien, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi.
Pekerjaan konstruksi TPST Kebon Talo telah dimulai sejak 12 Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026. Proyeksi masa layanan fasilitas ini adalah selama 20 tahun.
Pembangunan TPST Kebon Talo merupakan wujud komitmen Kementerian PU dalam memperkuat pelayanan infrastruktur dasar, khususnya di sektor persampahan. Infrastruktur persampahan yang andal diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta mewujudkan kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan, sejalan dengan Visi PU 608.
Ikuti DailyFX.ID
