— PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), emiten dari Agung Sedayu dan Salim Group, melaporkan lonjakan kinerja signifikan pada paruh pertama tahun 2026. Laba bersih perusahaan melesat 484% secara tahunan, mencapai Rp 1,67 triliun, yang mendorong munculnya target harga tinggi untuk saham PANI.

Selain pertumbuhan laba bersih yang impresif, PIK 2 juga mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 78% menjadi Rp 2,92 triliun pada semester I-2026. Laba kotor bahkan menunjukkan pertumbuhan lebih tinggi, yaitu 129% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi Rp 2,21 triliun.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Adrian Djie, mencatat bahwa efisiensi operasional PANI tetap terjaga dengan baik di tengah lonjakan pendapatan tersebut. Pertumbuhan ini berhasil meningkatkan margin laba kotor (Gross Profit Margin/GPM) PANI menjadi 75,7%.

Laba usaha perusahaan tercatat mencapai Rp 1,91 triliun, melonjak 203% secara tahunan. Sementara itu, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) mencapai Rp 1,92 triliun, meningkat 202% year-on-year (yoy). Margin EBITDA pun tercatat sebesar 65,68%. Peningkatan signifikan ini secara keseluruhan menopang lonjakan laba bersih PANI sebesar 484% yoy menjadi Rp 1,67 triliun pada semester I-2026.

Kiwoom Sekuritas menilai bahwa pertumbuhan pendapatan yang kuat dan efisiensi margin yang terjaga menjadi faktor utama di balik lonjakan profitabilitas PANI. Segmen penjualan tanah dan bangunan menjadi kontributor terbesar, membukukan pendapatan Rp 2,86 triliun atau meningkat 77% yoy, dan menyumbang porsi mayoritas pendapatan perusahaan selama enam bulan pertama 2026.

Posisi neraca perusahaan yang kuat juga dinilai sebagai fondasi penting bagi PANI untuk mempercepat tahap pengembangan selanjutnya dan secara efektif memanfaatkan permintaan pasar yang ada.

Dari sisi pra-penjualan, PANI berhasil membukukan Rp 1,9 triliun selama semester I-2026, menunjukkan pertumbuhan 66% yoy. Angka ini telah mencapai 45% dari target pra-penjualan tahunan sebesar Rp 4,3 triliun.

Target Harga Tinggi

Berdasarkan pendekatan Revalued Net Asset Value (RNAV), Kiwoom Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham PIK 2 (PANI). Target harga saham PANI untuk 12 bulan ke depan dipatok cukup tinggi, yaitu Rp 8.500 per saham.

Target harga ini ditetapkan setelah menerapkan diskon 55% terhadap estimasi dasar RNAV PANI yang mencapai Rp 18.893 per saham. Pendekatan RNAV dipilih untuk mencerminkan nilai dasar dari cadangan lahan PIK 2 yang luasnya mencapai 1.825 hektare.

Dari sisi valuasi, saham PANI diperdagangkan pada proyeksi rasio Price to Book Value (P/BV) 2026 sebesar 4,5 kali, dan proyeksi Price to Earnings Ratio (P/E) 2026 sebesar 69,5 kali. Kiwoom Sekuritas berpendapat bahwa valuasi tersebut mencerminkan potensi pertumbuhan PANI yang besar.

Meskipun demikian, Kiwoom Sekuritas juga mengidentifikasi tiga risiko penurunan yang perlu diperhatikan. Pertama, realisasi pra-penjualan mungkin berjalan lebih lambat dari perkiraan. Kedua, terdapat risiko keterlambatan dalam penyelesaian sejumlah infrastruktur utama. Risiko ketiga berasal dari tekanan kondisi ekonomi makro yang lebih luas atau potensi perubahan suku bunga, yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat terhadap produk properti.