— JAKARTA – Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan kinerja PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan menunjukkan penguatan signifikan pada kuartal III-2026 dan berlanjut hingga akhir tahun. Proyeksi ini didukung oleh beberapa katalis positif, termasuk peningkatan produksi emas dari akuisisi Wolfram, pemulihan laba PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), serta potensi penurunan biaya operasional akibat meredanya harga bahan bakar.

Analis Samuel Sekuritas dalam risetnya, Rabu (12/8/2026), menyatakan bahwa prospek BUMI akan ditopang oleh ekspansi bisnis emas melalui akuisisi Wolfram yang telah berproduksi sejak akhir Mei 2026, serta akuisisi Loyal Metal Mining yang ditargetkan rampung pada Agustus 2026. Selain itu, prospek bisnis batu bara BUMI juga mendapat dorongan dari potensi kenaikan harga akibat fenomena El Nino, sementara volume produksi diproyeksikan relatif terlindungi berkat penggunaan conveyor belt.

Transformasi operasional Bumi Resources dinilai berjalan melalui dua jalur utama. Pertama adalah ekspansi bisnis emas yang mencakup akuisisi Wolfram dan Loyal Metal Mining. Kedua adalah penguatan kinerja bisnis batu bara seiring potensi kenaikan harga akibat El Nino. Dari sisi volume, penggunaan conveyor belt diharapkan dapat menjaga ketahanan operasional.

Dalam bisnis emas, Samuel Sekuritas memperkirakan produksi Wolfram akan meningkat seiring membaiknya kadar bijih yang masuk ke fasilitas pengolahan. Peningkatan ini terjadi ketika sumber material beralih dari persediaan bijih (stockpile) ke bijih hasil penambangan langsung. Produksi Wolfram diproyeksikan tetap sesuai target, yaitu mencapai produksi setara tembaga sebanyak 15 kiloton (kt) atau 15.000 ton pada 2026.

Sementara itu, proses akuisisi Loyal Metal Mining terus berjalan menuju penyelesaian pada Agustus 2026, dengan penyelesaian transaksi bergantung pada persetujuan pemegang saham. Samuel Sekuritas memperkirakan kinerja BUMI pada kuartal-kuartal berikutnya akan menguat didorong oleh tiga faktor utama: peningkatan produksi dan membaiknya kadar emas Wolfram, serta pemulihan laba BRMS.

Pemulihan laba BRMS diproyeksikan tetap berjalan positif meskipun harga emas rata-rata berjalan pada kuartal III (month to date/mtd) berada pada level lebih rendah, yaitu US$ 4.076 per ons (oz). Faktor penguat lainnya adalah potensi penurunan biaya tunai dalam beberapa kuartal mendatang seiring meredanya harga bahan bakar, yang berpotensi mengurangi tekanan terhadap margin yang sebelumnya dialami BUMI.

Prospek positif ini sejalan dengan peningkatan pendapatan BUMI pada kuartal II-2026 yang mencapai US$ 449 juta, tumbuh 7,5% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-on-quarter/qoq) atau melonjak 36,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Secara kumulatif, penjualan BUMI pada semester I-2026 mencapai US$ 867 juta, meningkat 27,9% yoy. Realisasi ini mencapai 46,3% dari target Samuel Sekuritas dan 54,8% dari estimasi konsensus.

Penguatan pendapatan pada kuartal II-2026 ditopang oleh kenaikan volume batu bara Arutmin sebesar 29,6% yoy. Harga jual rata-rata (average selling price/ASP) batu bara juga meningkat 17,5% yoy pada periode yang sama. Di sisi laba, BUMI membukukan laba bersih kuartal II-2026 sebesar US$ 35 juta, melonjak 43,7% qoq atau 1.266,2% yoy. Secara kumulatif, laba bersih BUMI pada semester I-2026 mencapai US$ 59 juta, sejalan dengan proyeksi.

Dari sisi operasional, penjualan batu bara BUMI pada kuartal II-2026 meningkat menjadi 19,8 juta ton atau tumbuh 3,1% qoq, didorong oleh volume yang lebih kuat dari Arutmin dan Kaltim Prima Coal (KPC). ASP batu bara BUMI juga melonjak menjadi US$ 67,1 per ton atau meningkat 14,5% qoq. Wolfram mulai beroperasi pada akhir Mei 2026 dengan kadar awal emas sebesar 0,78 gram per ton (g/t) dari pengolahan stockpile.

Meskipun prospeknya positif, Samuel Sekuritas mencatat beberapa risiko yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah kemungkinan pelemahan harga batu bara dalam jangka pendek sebelum dampak El Nino muncul, menyusul penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pada Juli 2026. Risiko lain berasal dari potensi keterlambatan eksekusi akuisisi, peningkatan produksi Wolfram yang lebih lambat dari perkiraan, serta penurunan harga emas.

Terlepas dari potensi risiko tersebut, Samuel Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli saham Bumi Resources (BUMI) dengan target harga yang optimistis sebesar Rp 300. Target harga ini didasarkan pada metode valuasi sum of the parts (SOTP), yang menghitung nilai perusahaan dengan menjumlahkan nilai masing-masing unit bisnis atau asetnya.