— Jakarta – Ledakan inovasi di bidang teknologi kecerdasan buatan (AI) belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan permintaan emas di sektor teknologi secara keseluruhan. Produsen justru berupaya mengurangi penggunaan logam mulia yang harganya masih tinggi, meskipun aplikasi AI terus berkembang.

Temuan ini diungkapkan oleh World Gold Council (WGC) dalam laporan terbarunya. Permintaan emas di sektor teknologi tercatat stagnan di angka 323 ton pada tahun 2025, meskipun ada lonjakan permintaan untuk cip AI.

Tren ini terjadi di tengah upaya miniaturisasi dan pengurangan penggunaan emas pada beberapa komponen oleh para produsen. Sebelumnya, permintaan emas di sektor teknologi sempat mengalami kenaikan 7% pada tahun 2024 menjadi 326 ton. Namun, kontribusi penggunaan emas terkait AI pada saat itu tergolong masih kecil, menurut catatan WGC per Februari 2025.

WGC memandang situasi permintaan saat ini di sektor elektronik sebagai sebuah ‘tarik-ulur’. “Saat ini, kedua kekuatan tersebut tampak seimbang,” ungkap WGC dalam laporan bertajuk AI Boom and Gold.

Meskipun penggunaan emas dalam teknologi AI masih terbatas dalam jangka pendek, WGC melihat potensi pertumbuhan jangka panjang. Hal ini terutama berasal dari meluasnya penggunaan teknologi co-packaged optics (CPO) dan komponen canggih lainnya yang peran emasnya masih sulit digantikan.

Co-packaged optics (CPO) adalah metode pengemasan semikonduktor yang mengintegrasikan komponen pemancar dan penerima optik dengan sirkuit komputasi. Teknologi ini memungkinkan sistem AI memindahkan data lebih cepat dan meningkatkan bandwidth.

Berkat daya tahan dan konduktivitas listriknya yang baik, emas digunakan pada beberapa bagian optik dan fotonik CPO, seperti pada laser dan elektroda frekuensi tinggi di dalam cip. Perusahaan raksasa industri AI seperti Nvidia dilaporkan tengah berinvestasi besar-besaran dalam pengembangan CPO.

WGC menyoroti bahwa jika CPO diadopsi secara luas dalam infrastruktur AI berskala besar (hyperscale), permintaan baru terhadap emas dalam teknologi ini bisa menjadi signifikan. Manufaktur elektronik sendiri saat ini mencakup sekitar 80% dari total penggunaan emas dalam aplikasi industri, sementara sisanya digunakan untuk keperluan industri lainnya dan kedokteran gigi.