DailyFX.ID — CIKARANG – PT Mahkota Sentosa Utama, pengembang Meikarta, kini memperluas opsi pembiayaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), calon pembeli kini dapat mengakses pembiayaan dengan bunga tetap 6% hingga lunas.
Program ini merupakan hasil kerja sama Meikarta dengan Nobu Bank sebagai bank penyalur. Masyarakat yang memenuhi kriteria pemerintah dapat menikmati bunga tetap 6% sepanjang masa pinjaman, tenor hingga 30 tahun, serta uang muka yang sangat ringan, mulai dari 1%.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperluas akses kepemilikan rumah pertama dan mendukung program sejuta rumah guna mengatasi backlog perumahan nasional.
Presiden Direktur PT Mahkota Sentosa Utama, Indra Azwar, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pengembang dalam menyediakan hunian yang terjangkau. “Pemerintah telah menyediakan instrumen pembiayaan melalui FLPP. Perbankan menyalurkan pembiayaan, sementara pengembang menyediakan hunian yang sesuai dengan ketentuan program,” ujar Indra dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/8/2026).
Indra menambahkan bahwa Meikarta berkomitmen untuk menjadi bagian dari ekosistem perumahan agar lebih banyak masyarakat dapat memiliki hunian yang layak dan terjangkau. Ia juga menyoroti bahwa tantangan kepemilikan rumah tidak hanya sebatas harga, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam mengakses pembiayaan jangka panjang.
Skema FLPP dirancang khusus untuk memberikan pembiayaan yang lebih bersahabat bagi masyarakat yang memenuhi syarat. Di wilayah Jabodetabek, batas maksimal penghasilan MBR yang dapat mengajukan program ini adalah Rp12 juta per bulan bagi yang belum menikah, dan Rp14 juta per bulan bagi yang sudah menikah, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Yang menjadi perhatian bukan hanya berapa harga rumahnya, tetapi apakah masyarakat mampu mengakses pembiayaannya. Bunga tetap, uang muka yang ringan, dan tenor yang panjang memberikan ruang bagi masyarakat yang memenuhi kriteria untuk merencanakan kepemilikan rumah secara lebih terukur,” jelas Indra.
Lokasi Strategis Dekat Kawasan Industri
Meikarta berlokasi di Cikarang, sebuah kawasan yang terhubung langsung dengan koridor industri dan ekonomi utama di Jawa Barat. Kedekatan hunian dengan pusat aktivitas ekonomi menjadi pertimbangan penting, yang berkaitan langsung dengan efisiensi waktu tempuh, biaya transportasi, serta keseimbangan aktivitas keluarga.
Dengan demikian, keterjangkauan hunian tidak hanya diukur dari harga rumah dan besaran cicilan bulanan, tetapi juga mencakup total biaya hidup yang harus dikeluarkan oleh masyarakat untuk tinggal dan bekerja di area tersebut.
“Bagi pekerja, rumah yang terjangkau bukan hanya soal cicilan. Lokasi juga menentukan berapa banyak waktu dan biaya yang harus dikeluarkan setiap hari untuk bekerja dan menjalani kehidupan bersama keluarga,” tutur Indra.
Meikarta meyakini bahwa upaya mengatasi backlog perumahan tidak cukup hanya dengan menambah jumlah unit hunian. Hal terpenting adalah memastikan rumah tersebut benar-benar dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena itu, skema pembiayaan seperti FLPP dinilai sangat krusial dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan ketersediaan hunian.
“Kami melihat program perumahan pemerintah sebagai sebuah ekosistem. Pemerintah memberikan kebijakan dan instrumen pembiayaan, perbankan memastikan proses pembiayaan berjalan, dan pengembang menyediakan hunian,” pungkas Indra.
Ikuti DailyFX.ID
