DailyFX.ID — Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan apresiasi tinggi kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, atas kinerja positif yang ditunjukkan dalam penerimaan kepabeanan dan cukai, serta upaya penindakan penyelundupan barang ilegal yang semakin masif. Hingga akhir Agustus 2026, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) berhasil mengumpulkan penerimaan sebesar Rp 210,2 triliun.
Angka tersebut, meskipun hanya tumbuh 7,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dinilai sebagai sebuah prestasi. Pertumbuhan penerimaan kepabeanan dan cukai ini menunjukkan pemulihan yang signifikan setelah sempat tertekan pada awal tahun 2026. Pertumbuhan positif mulai terlihat sejak April 2026.
“Januari, Februari, Maret masih negatif, tapi mulai bulan April sudah mulai meningkat pertumbuhannya positif dan ini adalah suatu prestasi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, yang kita apresiasi bersama mengumpulkan penerimaan itu bukan pekerjaan yang mudah,” ungkap Suahasil dalam Konferensi Pers APBN Kita edisi September 2026 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Dari total penerimaan Rp 210,2 triliun, cukai menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp 148,7 triliun. Penerimaan bea masuk tercatat sebesar Rp 36,4 triliun, sementara bea keluar menyumbang Rp 25,1 triliun. Pertumbuhan penerimaan bea masuk sendiri mencapai 13%, dipengaruhi oleh aktivitas impor, nilai barang yang diperdagangkan, dan pergerakan nilai tukar rupiah.
Suahasil menjelaskan bahwa transaksi ekspor dan impor yang umumnya menggunakan mata uang asing, membuat perubahan kurs dapat memengaruhi nilai barang dasar perhitungan bea masuk dan keluar. “Tentu berbagai macam faktor mempengaruhi. Kalau kita ekspor, biasanya pakai kurs valuta asing. Kurs valuta asingnya itu mengalami penguatan, maka volume ekspornya meningkat, beanya juga naik,” ujarnya.
Selain faktor kurs, kinerja penerimaan juga dipengaruhi oleh volume perdagangan dan permintaan dari luar negeri. Peningkatan nilai impor secara nominal berpotensi menaikkan penerimaan bea masuk. “Nah, jadi faktor volume, faktor kurs, faktor permintaan luar negeri, itu menjadi sangat penting,” kata Suahasil.
Pujian Khusus untuk Pengawasan DJBC
Menteri Keuangan yang baru dilantik itu juga mengapresiasi peran DJBC sebagai pengawas. Menurutnya, DJBC tidak hanya dinilai dari capaian penerimaan, tetapi juga dari perannya yang lebih luas dalam mengawasi barang-barang ilegal.
“Teman-teman di Bea Cukai fungsinya selain mengumpulkan penerimaan juga melakukan pengawasan atas barang-barang ilegal yang ditransportasikan maupun barang-barang yang merupakan barang kena cukai,” ucap Suahasil. Ia menekankan bahwa kedua peran tersebut harus berjalan selaras.
Suahasil memuji kinerja DJBC yang berhasil mengamankan 1,12 miliar batang rokok ilegal, menunjukkan peningkatan 60% dari tahun sebelumnya. Peningkatan ini dicapai hanya dengan kenaikan jumlah penindakan sebesar 9,8%, yang mengindikasikan DJBC mampu meningkatkan intensitas di setiap penindakan meskipun frekuensinya menurun.
Selain itu, DJBC juga berhasil mengungkap sejumlah kasus penyelundupan emas. Hingga 14 September 2026, telah dilakukan penindakan terhadap 76 kasus dengan temuan 334,5 kilogram emas dalam berbagai bentuk, seperti perhiasan, batangan, dan serbuk emas.
“Ah, Dirjen Bea Cukai memang mantap,” imbuh Suahasil, menunjukkan kekagumannya terhadap kinerja tersebut.
Meskipun melontarkan pujian, Suahasil mengakui bahwa capaian ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak. “Ini dilakukan dengan bekerja sama dengan aparat yang lain. Ini bukan kita klaim bahwa Bea Cukai sendirian. Berbagai macam kita kerja sama,” tandasnya.
Ikuti DailyFX.ID
