— JAKARTA – PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY), pengelola jaringan ritel MR DIY, baru saja meresmikan toko ke-1.400 di Indonesia. Pencapaian ini mengukuhkan posisinya sebagai salah satu peritel perlengkapan rumah tangga dengan jaringan terbesar di Tanah Air.

Analis Alvin Murthi dari Ajaib Sekuritas berpendapat bahwa kemampuan MDIY mempertahankan kecepatan ekspansi didukung oleh model bisnis yang menghasilkan arus kas kuat. “Karakter bisnis yang cash-generative memungkinkan MDIY mendanai pembukaan toko baru dari sumber internal, tanpa harus meningkatkan ketergantungan terhadap utang secara agresif sehingga neraca tetap kuat dan terjaga,” ungkap Alvin, Selasa (15/9/2026).

Dia menjelaskan, posisi keuangan yang kokoh menjadi fondasi penting bagi MDIY untuk terus berekspansi dan mempertahankan keunggulan kompetitif. Jaringan yang makin luas juga memberikan manfaat skala ekonomi, memperkuat daya tawar dalam pengadaan produk, dan mendukung efisiensi distribusi.

Ketahanan model bisnis MDIY terbukti ketika industri ritel menghadapi kondisi yang lebih menantang pada kuartal II-2026. Tidak adanya dorongan musiman yang signifikan, pola belanja konsumen yang semakin selektif, serta gangguan logistik menjadi beberapa faktor yang memengaruhi dinamika penjualan dan operasional selama periode tersebut.

MDIY mampu merespons kondisi itu melalui berbagai kampanye dan program, seperti program harga tetap sama hingga program ‘Back to School’. Perusahaan juga menerapkan metode pengiriman alternatif serta memprioritaskan persediaan produk fast-moving ke toko-toko dengan tingkat perputaran barang yang lebih tinggi.

Strategi ekspansi dan respons operasional yang tepat turut mendorong pertumbuhan kinerja top line maupun bottom line. Pada semester I-2026, pendapatan MDIY tumbuh 24,5% secara tahunan menjadi Rp4,6 triliun. Pada periode yang sama, EBITDA meningkat 16,1% secara tahunan menjadi Rp1,4 triliun, sementara laba setelah pajak tumbuh 16,4% menjadi Rp590,7 miliar.

“MDIY memiliki kombinasi karakter sebagai peritel yang terus bertumbuh, profitable, bermargin tebal, dan cash-generative. Dengan fondasi tersebut, MDIY memiliki peluang yang kuat untuk mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir tahun,” kata Alvin.

Dengan ekspansi yang masih sesuai target, cakupan geografis yang semakin merata, serta dukungan arus kas dan profitabilitas yang solid, Alvin memandang prospek MDIY sangat menarik. Pada akhir 2025, MDIY tercatat memiliki 1.226 toko. MDIY telah menambah 177 toko sejak awal tahun hingga akhir Agustus 2026, menunjukkan ekspansi yang konsisten dan menjaga MDIY tetap on-track untuk mencapai target pembukaan sedikitnya 270 toko baru hingga akhir tahun.

Hingga akhir Agustus 2026, jaringan MDIY telah menjangkau 445 dari 514 kabupaten dan kota di 37 dari 38 provinsi. Ekspansi tidak hanya berfokus pada kota-kota besar, tetapi juga menyasar wilayah lapis 3, termasuk Kabupaten Sorong Selatan dan Kabupaten Buton Tengah, sehingga memperluas akses masyarakat terhadap sekitar 18.000 pilihan produk kebutuhan sehari-hari.

Dari keseluruhan jaringan tersebut, sekitar 80% merupakan toko yang berdiri sendiri atau standalone stores, sedangkan 20% lainnya berlokasi di pusat perbelanjaan. Komposisi tersebut dinilai memberikan fleksibilitas bagi MDIY untuk menyesuaikan format toko dengan karakteristik pasar sekaligus membangun cakupan yang luas di seluruh Indonesia.