— JAKARTA – Grup Djarum terus melebarkan sayap bisnisnya di sektor infrastruktur dan layanan digital. Kali ini, ekspansi dilakukan melalui PT Varnion Technology Semesta, anak usaha PT iForte Solusi Infotek yang berada di bawah naungan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Varnion kini mengembangkan teknologi konektivitas generasi terbaru menuju era Wi-Fi 8.

Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Varnion dengan Omada by TP-Link di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Senin (15/9/2026). Penandatanganan ini dilakukan dalam rangkaian pengenalan teknologi Wi-Fi 8. Kerja sama ini berfokus pada penguatan riset, pengujian, dan pengembangan solusi konektivitas yang ditujukan untuk sektor hospitality dan enterprise di Indonesia.

Kemitraan ini menarik karena Varnion tidak hanya berperan sebagai penyedia konektivitas, tetapi juga mengembangkan jaringan internet yang terintegrasi dengan aplikasi. Hal ini membuka peluang bagi Grup Djarum, melalui ekosistem TOWR, untuk memperluas jangkauan bisnis digitalnya. Ekspansi ini melampaui sekadar infrastruktur telekomunikasi menuju layanan bernilai tambah yang lebih tinggi. Perlu dicatat, iForte sendiri merupakan bagian dari bisnis TOWR dan telah menjadi bagian dari ekosistem Grup Djarum sejak diakuisisi melalui PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) pada tahun 2015.

Ekspansi Grup Djarum di sektor digital semakin terlihat dengan peningkatan kepemilikan Protelindo pada PT Remala Abadi Tbk (DATA) menjadi 51% pada Juli 2026. Transaksi ini memperkuat portofolio Grup Djarum di bisnis internet service provider (ISP). Oleh karena itu, pengembangan Wi-Fi 8 oleh Varnion dapat dipandang sebagai bagian dari tren yang lebih besar untuk memperkuat ekosistem konektivitas Grup Djarum, mulai dari infrastruktur hingga layanan internet dan solusi digital.

Kejar Keunggulan Wi-Fi 8

Melalui kerja sama dengan Omada, Varnion akan mendapatkan akses terhadap perangkat terbaru serta dukungan teknis dari tim pengembangan Omada. Dukungan ini akan dimanfaatkan untuk melakukan riset, pengujian, serta pengembangan produk dan layanan.

Founder sekaligus President Director Varnion, Alexander Budiman, menyatakan bahwa dukungan terhadap riset dan pengembangan menjadi faktor utama pemilihan Omada sebagai mitra strategis. “Kami membangun Varnion sebagai perusahaan teknologi yang bertumpu pada riset dan pengembangan. Karena itu, kami membutuhkan mitra yang mendukung proses inovasi kami,” ujar Alexander dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9/2026).

Alexander menambahkan, akses terhadap perangkat mutakhir dan dukungan langsung dari tim pengembang memungkinkan Varnion untuk menguji teknologi sekaligus memberikan masukan berdasarkan pengalaman implementasi di lapangan. Kolaborasi ini juga membuka peluang bagi Varnion untuk mengembangkan solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan spesifik pelanggan di Indonesia, serta mengintegrasikannya dengan ekosistem aplikasi yang dimiliki perusahaan.

Teknologi Wi-Fi 8, yang dikembangkan melalui standar IEEE 802.11bn, memiliki fokus utama pada Ultra High Reliability (UHR). Teknologi ini tidak hanya mengejar peningkatan kecepatan, tetapi lebih menekankan pada stabilitas dan konsistensi koneksi. Peningkatan ini sangat krusial mengingat semakin tingginya kebutuhan akan jaringan yang stabil akibat bertambahnya jumlah perangkat yang terhubung, penggunaan layanan cloud, konferensi video, Internet of Things (IoT), hingga aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Wi-Fi 8 dirancang untuk meningkatkan kualitas koneksi di lingkungan dengan kepadatan perangkat tinggi dan interferensi sinyal. Fitur-fitur seperti Coordinated Spatial Reuse dan Coordinated Beamforming memungkinkan perangkat jaringan mengelola penggunaan spektrum dan sinyal secara lebih terkoordinasi. Bagi Varnion, perkembangan ini membuka peluang untuk menghadirkan konektivitas yang tidak hanya cepat, tetapi juga lebih stabil saat banyak perangkat beroperasi secara bersamaan.

Layanan Bernilai Tambah Terintegrasi

Salah satu pembeda strategi Varnion kali ini adalah upaya mengintegrasikan jaringan dengan aplikasi dalam satu ekosistem. Sebagai perusahaan ISP with Application-Based Solutions, Varnion mengembangkan layanan konektivitas yang didukung oleh aplikasi melalui platform CloudOne. Ekosistem ini mencakup Megalos untuk manajemen konektivitas, Keponet untuk koordinasi operasional, serta Vlepo untuk layanan televisi dan pengalaman digital bagi pengguna.

Pendekatan terintegrasi ini berpotensi mentransformasi bisnis konektivitas, dari sekadar menjual akses internet menjadi penyedia solusi digital komprehensif bagi pelanggan korporasi. Dalam sektor hospitality, kualitas koneksi menjadi elemen penting dalam pengalaman tamu. Sementara bagi perusahaan, jaringan yang konsisten sangat vital untuk mendukung operasional, aplikasi cloud, komunikasi video, IoT, hingga pemanfaatan AI.

Director TP-Link Indonesia, Jimmy Gu, menekankan bahwa inovasi tidak hanya sebatas menghadirkan teknologi terbaru, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut memberikan manfaat bisnis yang nyata. “Kolaborasi dengan Varnion menjadi kesempatan untuk menggabungkan kemampuan teknologi Omada dengan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pelanggan di lapangan,” kata Jimmy.

Bagi ekosistem Grup Djarum, perkembangan ini menunjukkan potensi pengembangan bisnis telekomunikasi ke sektor layanan digital. TOWR, yang dikenal sebagai pemain infrastruktur telekomunikasi melalui bisnis menara dan fiber optik, kini menunjukkan ruang pertumbuhan yang lebih luas melalui ekspansi iForte, penguatan bisnis ISP, serta pengembangan solusi konektivitas.

Langkah ini sejalan dengan masuknya Grup Djarum yang semakin agresif ke sektor digital. Selain TOWR, Grup Djarum memperkuat posisinya di bisnis ISP pada Juli 2026 melalui pengambilalihan 51% saham DATA oleh Protelindo. Dengan demikian, pengembangan Wi-Fi 8 oleh Varnion bukan hanya tentang teknologi jaringan baru. Bagi ekosistem Djarum, teknologi ini dapat menjadi fondasi penting untuk menawarkan layanan konektivitas yang lebih terintegrasi kepada pelanggan korporasi dan hospitality.

Namun, penerapan komersial Wi-Fi 8 masih akan bergantung pada perkembangan standar, kesiapan perangkat, serta hasil pengujian teknis. Varnion menyatakan bahwa implementasi teknologi ini akan disesuaikan dengan perkembangan standar dan kebutuhan pelanggan. Dengan slogan “Beyond Speed, Toward Reliability”, Varnion kini menempatkan keandalan koneksi sebagai nilai jual utamanya. Jika berhasil diterjemahkan menjadi layanan berbasis aplikasi dan solusi digital, langkah ini berpotensi meningkatkan nilai bisnis konektivitas dalam ekosistem Grup Djarum.