DailyFX.ID — Emas kuning dan emas putih seringkali dipilih berdasarkan preferensi warna, kesesuaian dengan warna kulit, hingga gaya berpakaian. Namun, perbedaan mendasar antara keduanya tidak hanya terletak pada aspek estetika, melainkan juga pada proses pembuatan dan nilai jual kembalinya, yang memiliki implikasi langsung bagi para investor emas.
Mengutip sumber Pluang, Selasa (22/9/2026), emas kuning dan emas putih pada kadar yang sama sebenarnya memiliki kandungan emas murni yang identik. Sebagai contoh, emas kuning 18K dan emas putih 18K keduanya mengandung 75,0% emas murni. Meskipun kandungan emasnya setara, perbedaan harga jual kedua jenis emas ini dapat bervariasi karena proses produksinya yang berbeda.
Emas murni dikenal sebagai logam yang lunak, sehingga memerlukan pencampuran dengan logam lain untuk meningkatkan kekerasannya sebelum siap dipasarkan. Dalam pembuatan emas kuning, campuran yang umum digunakan adalah tembaga dan perak. Komposisi ini dipilih agar tidak mengubah warna kuning asli dari emas tersebut. Sementara itu, emas putih dihasilkan melalui pencampuran dengan logam berwarna pucat seperti nikel, paladium, perak, atau seng.
Proses pembuatan emas putih lebih kompleks dibandingkan emas kuning. Setelah dicampur dengan logam lain, emas putih pada awalnya akan memiliki tampilan abu-abu atau kuning kusam. Untuk mendapatkan warna putih yang berkilau sempurna, emas putih harus melalui tahap pelapisan rodium.
Perbedaan dalam proses manufaktur inilah yang kemudian berdampak pada nilai jual kembali atau buyback. Untuk emas putih, biaya yang dikeluarkan selama proses produksi, termasuk pelapisan rodium, umumnya tidak diperhitungkan dalam nilai buyback.
Emas putih berkualitas tinggi biasanya menggunakan campuran paladium sebagai pengganti nikel. Paladium memiliki harga yang lebih tinggi, sehingga berkontribusi pada mahalnya harga emas putih. Dalam hal penyimpanan, emas putih memerlukan perlakuan ekstra hati-hati. Lapisan rodium berpotensi terkikis seiring waktu, menyebabkan warnanya menjadi kusam meskipun kandungan emas murninya tetap sama. Jika kondisi ini terjadi, pemilik harus menanggung biaya tambahan untuk proses pelapisan ulang rodium.
Meskipun harganya cenderung lebih tinggi daripada emas kuning, emas putih umumnya diproduksi dalam kadar 375 (9K) atau 750 (18K). Emas putih dengan kandungan emas 87,5% atau lebih sangat jarang diproduksi karena kandungan emasnya yang terlalu tinggi menyulitkan proses pengolahannya menjadi emas putih. Sebaliknya, emas kuning dapat diproduksi hingga kadar 24K, yang berarti 99,9% kandungannya adalah emas murni.
Penting untuk diingat bahwa emas merupakan instrumen investasi yang tidak menghasilkan bunga atau dividen, berbeda dengan aset yang menghasilkan arus kas seperti deposito atau reksa dana. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk membeli emas sebagai aset masa depan, investor perlu menentukan prioritas tujuan keuangan mereka.
Pilihan investasi bisa jatuh pada emas kuning dengan kadar kemurnian tinggi yang harganya relatif lebih terjangkau, atau emas putih. Meskipun kadar emas putih umumnya maksimal 18K, harganya cenderung lebih mahal karena dipengaruhi oleh biaya produksi dan nilai estetika.
Ikuti DailyFX.ID
