DailyFX.ID — Desa Jagara di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kini menjadi fokus Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon untuk dikembangkan menjadi desa dengan ekosistem keuangan yang inklusif. Inisiatif ini bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan formal, sekaligus memaksimalkan potensi ekonomi lokal yang beragam.
Pemilihan Desa Jagara didasarkan pada potensi ekonominya yang mencakup sektor pariwisata, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta budi daya perikanan. Prestasi desa ini juga telah diakui secara nasional, meraih juara pertama Lomba Desa Wisata Nusantara 2025 kategori Maju Mandiri dari Kementerian Desa.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menyatakan bahwa dinamika ekonomi masyarakat Desa Jagara memiliki peluang besar untuk terus berkembang. “Kami melihat ini potensi yang luar biasa. Kultur masyarakat di sini tidak hanya dari sektor UMKM, tetapi juga ada perikanan. Kami ingin membantu mempromosikan potensi wisata sekaligus membuka akses layanan keuangan yang selama ini belum optimal,” ujar Agus.
Solusi Permodalan Sektor Perikanan dan Restrukturisasi Usaha
Pemetaan OJK menyoroti kendala permodalan pada sektor perikanan jaring apung. Dari sekitar 230 warga yang mengelola usaha tambak, hanya sekitar 10% yang dinilai mampu berekspansi mandiri, sementara sisanya menghadapi kesulitan permodalan.
Kepala Desa Jagara, Umar Hidayat, membenarkan bahwa usaha perikanan di Waduk Darma belum pulih sepenuhnya sejak pandemi pada 2019. Sebagian pelaku usaha bahkan mengalami masalah kolektibilitas kredit hingga kolaps perbankan. “Masyarakat Desa Jagara, khususnya yang bergantung pada potensi jaring apung, belum bisa beranjak pulih sejak 2019. Kami berharap OJK dapat menjembatani warga yang saat ini masuk kategori kolaps dengan pihak lembaga keuangan agar status pembiayaannya bisa dinormalkan kembali sehingga dapat kembali mengakses modal,” harap Umar.
Strategi Digitalisasi, Tabungan Emas, dan Agen Perbankan
Untuk membangun ekosistem keuangan yang komprehensif, OJK Cirebon merancang beberapa program lintas sektor. Program ini meliputi perluasan agen perbankan untuk memudahkan transaksi masyarakat di dalam desa, implementasi digitalisasi pembayaran melalui QRIS bagi UMKM dan BUMDes bekerja sama dengan Bank Indonesia, serta penggalakan budaya menabung sejak dini melalui program Simpanan Pelajar (SimPel) di sekolah.
Selain itu, terdapat program inovatif konversi sampah menjadi tabungan emas melalui kerja sama dengan PT Pegadaian. Program ini mengintegrasikan bank sampah dengan tabungan emas, di mana hasil pemilahan sampah warga dapat dikonversi langsung menjadi saldo emas.
BUMDes Jagara sebagai Motor Penggerak Ekonomi Wisata
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jagara, yang berdiri sejak November 2022, menjadi tulang punggung pengelolaan potensi Waduk Darma, yang sebagian besar luasnya berada di wilayah Desa Jagara. Direktur BUMDes Jagara, Sopyan, menjelaskan bahwa keterbatasan modal awal diatasi dengan membangun kolaborasi bersama perbankan dan melibatkan warga sebagai investor lokal.
Saat ini, BUMDes Jagara mengelola berbagai destinasi, termasuk Waduk Darma, kawasan Tepi Dago Jagara, pasar kreatif UMKM, Taman Desa, dan Jagara Eco Park. “Kami tidak ingin warga hanya menjadi penonton. Pengembangan pariwisata dirancang agar masyarakat lokal menjadi pelaku usaha langsung dari aktivitas wisata yang ada, sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan secara merata dan menyumbang Pendapatan Asli Desa (PAD),” jelas Sopyan.
Kawasan Waduk Darma merupakan destinasi wisata air dan pusat budi daya perikanan darat penting di Jawa Barat timur, menopang mata pencaharian ratusan keluarga. Pendekatan ekosistem keuangan inklusif yang diusung OJK diharapkan dapat memutus ketergantungan pada pembiayaan non-formal, memulihkan kesehatan finansial pelaku usaha, dan menciptakan model kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.
Ikuti DailyFX.ID
