DailyFX.ID — Kontingen Indonesia berhasil meraih prestasi membanggakan dengan memenangkan total empat medali pada ajang International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI) 2026. Perlombaan yang diselenggarakan di Astana, Kazakhstan, pada 2 hingga 8 Agustus 2026 ini diikuti oleh lebih dari 500 peserta terbaik dari 106 negara.
Indonesia berhasil membawa pulang satu medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu. Duta Besar Republik Indonesia untuk Kazakhstan dan Tajikistan, M. Fadjroel Rachman, mengapresiasi pencapaian para pelajar Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global.
“Indonesia memenangkan satu emas, dua perak, dan satu perunggu di tengah persaingan yang sangat ketat. Ini adalah prestasi luar biasa sekaligus hadiah kado ulang tahun Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia,” ujar Dubes Fadjroel dalam pernyataan resminya di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Peraih medali emas adalah Luvidi Pranawa Alghari dari SMAS Pribadi Beji. Sementara itu, dua medali perak diraih oleh Matthew Hutama Pramana dari SMAS Kolese Loyola Semarang dan Nicholas Ardi Tirta dari SMAS Santa Laurensia Alam Sutera. Medali perunggu disumbangkan oleh Avner Maxwell Lim dari BTB School Pluit.
Selama berkompetisi, tim Indonesia didampingi oleh akademisi dari Universitas Indonesia. Dr. Muhammad Febrian Rachmadi bertindak sebagai Team Leader, didampingi Dr. Adila Alfa Krisnadhi sebagai Deputy Team Leader/Observer.
Dubes Fadjroel menilai capaian ini menjadi bukti potensi besar generasi muda Indonesia dalam menguasai teknologi mutakhir, khususnya kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Prestasi ini juga memperkuat momentum Indonesia dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di era digital global.
“AI merupakan penggerak utama masa depan bangsa. Prestasi ini juga menunjukkan pentingnya kerja sama Indonesia dengan Kazakhstan di bidang pendidikan tinggi dan riset teknologi,” tuturnya. Ia berharap keberhasilan ini dapat memotivasi lebih banyak pelajar di Tanah Air untuk aktif berinovasi di bidang sains, teknologi, serta digitalisasi.
Kerja sama bilateral antara Indonesia dan Kazakhstan di bidang AI dan sektor digital terus menunjukkan perkembangan positif. Kolaborasi ini terwujud melalui berbagai kegiatan, termasuk pertukaran delegasi, partisipasi Kementerian Komunikasi dan Digital RI pada forum Digital Bridge, kunjungan ke Nazarbayev University, hingga partisipasi dalam The 3rd Game of the Future 2026 di Astana.
Saat ini, nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Komunikasi dan Digital RI dan Kementerian Kecerdasan Buatan dan Digital Kazakhstan juga sedang dalam tahap finalisasi sebelum penandatanganan resmi.
IOAI sendiri merupakan olimpiade sains tingkat dunia yang dirancang khusus untuk menjaring, mengasah, dan mengembangkan bakat muda di bidang AI. Dengan pesatnya adopsi teknologi AI di berbagai sektor global, penguasaan ilmu data, machine learning, dan algoritma cerdas menjadi kompetensi krusial bagi generasi muda.
Partisipasi dan pencapaian Indonesia di tingkat internasional seperti IOAI sejalan dengan agenda nasional dalam mempercepat transformasi digital serta menyiapkan SDM yang berdaya saing tinggi. Kolaborasi strategis dengan negara mitra seperti Kazakhstan, yang gencar membangun ekosistem digital dan teknologi AI, membuka peluang luas bagi pertukaran riset, inovasi, serta pengembangan pendidikan tinggi berbasis teknologi di masa depan.
Ikuti DailyFX.ID
