— Pemerintah tengah mempercepat pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang ditargetkan rampung hingga akhir 2029. Langkah ini merupakan upaya strategis untuk memperkuat daya tawar serta meningkatkan kesejahteraan para nelayan di seluruh Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa pemerintah menargetkan nilai tukar nelayan (NTN) dapat melonjak dari angka 103 saat ini menjadi 120 pada tahun 2027. Pembangunan KNMP menjadi salah satu inisiatif utama dalam memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.

KNMP akan dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung yang krusial, mulai dari fasilitas penangkapan hasil laut, penyimpanan hasil tangkapan, hingga sarana pemasaran ikan. “Di bawah pemerintahan Pak Prabowo ini, laut menjadi halaman depan, menjadi prioritas. Kita harus mempercepat kesetaraan, kesejahteraan, kemajuan sektor ini,” ujar Zulkifli Hasan di Jakarta, Selasa (15/9/2026), seperti dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan, keterbatasan sarana pendukung selama ini menjadi penyebab utama lemahnya daya tawar nelayan. Hasil tangkapan sering kali harus segera dijual dengan harga rendah sebelum kualitasnya menurun akibat minimnya fasilitas penyimpanan. KNMP hadir untuk mengatasi masalah tersebut dengan mengintegrasikan seluruh ekosistem usaha nelayan.

“Nelayan kita kenapa miskin, karena dia kurang dukungan. Kalau dia melaut, dapat ikan, ikannya kalau enggak dijual, busuk. Ya, akhirnya murah-murah ikannya dijual. Maka, sekarang dibangun kampung nelayan,” tambahnya.

Fasilitas yang akan tersedia di KNMP meliputi tempat pelelangan ikan, akses kapal yang memadai, gudang beku atau cold storage, bengkel, pabrik es, serta stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN). Selain infrastruktur fisik, penguatan kelembagaan melalui koperasi juga menjadi fokus untuk memperluas jangkauan pasar hasil perikanan.

Zulkifli Hasan menegaskan komitmennya bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan serta kementerian terkait, didukung oleh TNI, untuk bekerja keras mendorong peningkatan NTN. Ia membandingkan kondisi nelayan dengan petani yang nilai tukarnya sudah mencapai kisaran 129, menunjukkan perlunya percepatan dukungan bagi sektor perikanan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar petani (NTP) nasional pada Agustus 2026 sebesar 129,19, sementara NTN tercatat 109,04. Kenaikan NTN tersebut ditopang oleh komoditas seperti tongkol, kembung, udang laut, dan teri.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sendiri telah membangun 100 KNMP pada 2025 dan merencanakan 1.269 lokasi pada 2026 dengan anggaran sekitar Rp 10 triliun. Salah satu contoh keberhasilan adalah KNMP di Sorue Jaya, Sulawesi Tenggara, yang berhasil mengirim delapan ton ikan berkualitas ekspor saat tahap uji coba.

Penyediaan sarana pendukung dan perluasan akses pasar ini diharapkan dapat memperkuat posisi ekonomi masyarakat pesisir dan mempercepat peningkatan kesejahteraan nelayan secara menyeluruh.