DailyFX.ID — Pertamina Eco RunFest 2026 siap digelar pada 6 Desember 2026 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi lari, tetapi juga sarana edukasi dan dukungan nyata untuk pengurangan serta pengelolaan sampah di masyarakat.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyatakan target partisipan mencapai 14 ribu pelari dan 10 ribu penonton. Fokus utama kegiatan ini adalah mengukur dampak positif terhadap lingkungan. “Selama kurang lebih tiga bulan, kami bersama seluruh kolaborator berupaya menumbuhkan awareness di kalangan masyarakat, khususnya komunitas pelari, mengenai pentingnya kepedulian terhadap lingkungan,” jelas Baron dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Baron menekankan bahwa Eco RunFest tahun ini ingin membuktikan diri sebagai acara yang memiliki hubungan dan dampak konkret terhadap lingkungan. “Setiap tahun sebenarnya sudah ada berbagai upaya yang kami lakukan, tetapi tahun ini kami ingin membuktikannya dalam bentuk yang lebih konkret kepada stakeholders, pelari, maupun partner,” tegasnya.
Terdapat tujuh inisiatif yang diusung dalam kegiatan lari ini. Pertama, Eco Jersey, yang dibuat melalui riset dan proses daur ulang tutup botol. Kedua, Eco Innovation, di mana kolaborasi akan menciptakan inovasi baru terkait lingkungan, yang salah satunya akan diwujudkan pada Desember 2026. Ketiga, Eco Mission, yang memastikan seluruh sampah dari acara dikelola dan diolah menjadi aksi nyata yang bermanfaat bagi lingkungan.
Selanjutnya, Eco Talent bertujuan membangun kesadaran bagi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, mitra, hingga pelari, agar memahami dampak kegiatan mereka terhadap lingkungan. Kelima, Eco Production, yang mengupayakan penggunaan produk dan material yang dapat digunakan kembali atau didaur ulang. “Kami juga melakukan berbagai kolaborasi agar sampah yang dihasilkan dari kegiatan ini tidak berhenti sebagai sampah, tetapi dapat dikelola,” tambah Baron.
Keunikan lain dari Eco Run tahun ini adalah 100% keuntungan dari pembelian tiket akan disalurkan untuk kegiatan lingkungan. “Dan yang paling penting, hasil dari kegiatan tersebut nantinya juga akan kami publikasikan secara terbuka. Jadi, teman-teman bisa melihat berapa hasil yang kami peroleh, digunakan untuk kegiatan apa, dan memastikan bahwa semuanya benar-benar ditujukan untuk kegiatan lingkungan,” ungkap Baron.
Ketua Komisi PB PASI, Setyo Haryo W, menambahkan bahwa semua cabang olahraga, termasuk lari, seharusnya mulai membangun kebiasaan peduli lingkungan. Ia membandingkan dengan olahraga seperti renang, surfing, dan triathlon yang kepedulian kebersihannya sudah sangat baik. “Sementara dalam lomba lari atau maraton, kita masih sering melihat pelari membuang sampah sembarangan. Karena itu, edukasi mengenai lingkungan dalam olahraga lari memang perlu terus dilakukan, tidak hanya untuk atlet profesional, tetapi untuk semua pelari dan sejak usia muda,” ujarnya.
Race Director Pertamina Eco RunFest 2026, Reza Puspo, menjelaskan bahwa untuk membangun kebiasaan mengurangi sampah, ajang ini juga menyiapkan program roadshow. Program tersebut mencakup edukasi dan praktik pemilahan sampah, serta mendorong pelari untuk membawa botol minum sendiri. “Kami ingin membiasakan pelari untuk tidak selalu bergantung pada botol plastik sekali pakai. Karena itu, pada saat lomba nanti kami akan menyediakan titik refill bagi peserta yang membawa botol minumnya sendiri,” kata Reza.
Reza menambahkan, penggunaan gelas yang dapat digunakan kembali atau material ramah lingkungan juga akan diterapkan. Sistem poin akan digunakan untuk mendorong kebiasaan eco-friendly. Peserta dapat mengumpulkan poin dari berbagai aktivitas ramah lingkungan selama rangkaian roadshow, dan poin tertinggi akan mendapatkan apresiasi. “Tujuannya bukan semata-mata memberikan hadiah, tetapi bagaimana dalam waktu sekitar tiga bulan menjelang event, kami bisa secara bertahap mengubah mindset dan membangun kebiasaan baru peduli lingkungan,” tegasnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta, Andri Yansyah, berharap Pertamina Eco Run dapat mendukung sport tourism di Jakarta. Ia melihat potensi besar Jakarta sebagai destinasi sport tourism dan menilai ajang lari ini berperan penting dalam mendorong perkembangan industri olahraga. “Manfaatnya bukan hanya untuk penyelenggara atau pemerintah, tetapi jauh lebih besar untuk masyarakat. Ketika sebuah event olahraga hadir, akan ada aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitarnya,” ujar Andri.
Pertamina Eco RunFest 2026 akan menyediakan beberapa kategori, yaitu Half Marathon (21K), 10K, 5K, dan 1,5K untuk keluarga. Start seluruh kategori berada di GBK, Plaza Parkir Timur, Pintu 7.
Rute Half Marathon (21K) akan dimulai dari Pintu 7 GBK, menuju arah Semanggi, melewati kawasan Semanggi, lalu bergerak ke selatan menuju Balai Kota Jakarta Selatan, sebelum kembali ke Pintu 7 sebagai garis finis. Kategori 10K juga start dari Pintu 7, berbelok kiri menuju Semanggi, putar balik di kawasan ASEAN, dan kembali ke Pintu 7. Rute 5K lebih sederhana, keluar dari Pintu 7 menuju Semanggi, berbalik arah di sekitar Patung Pemuda, lalu kembali ke Pintu 7.
Untuk kategori keluarga 1,5K, peserta akan start dari Pintu 7, bergerak ke arah Hotel Sultan, berputar di depan hotel, dan kembali ke garis finis.
Ikuti DailyFX.ID
