DailyFX.ID — SLEMAN – Pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) yang dikelola PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) di Sleman, Yogyakarta, terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga saat ini, jargas tersebut telah melayani 4.545 pelanggan rumah tangga, 6 pelanggan kecil, serta 4 pelanggan komersial dan industri di wilayah Sleman. Pengembangan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan energi rumah tangga, tetapi juga secara signifikan mendukung aktivitas usaha masyarakat.
Upaya PGN dalam menghadirkan energi yang praktis, efisien, dan andal ini sejalan dengan dorongan untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi bagi kegiatan produktif masyarakat. Salah satu bukti nyata terlihat pada RM Padang Payakumbuah Yogyakarta, sebuah restoran yang telah menggunakan gas bumi sejak November 2024.
Bagi bisnis kuliner yang sangat bergantung pada pasokan energi yang konsisten untuk operasional dapur setiap hari, kepastian pasokan menjadi faktor krusial. Penyediaan gas bumi untuk restoran ini merupakan hasil kerja sama dengan PT Gagas Energi Indonesia, anak perusahaan PGN. Adi Saputra, Manajemen RM Padang Payakumbuah Yogyakarta, mengungkapkan dua manfaat utama yang dirasakan. “Dua manfaat penting yang kami rasakan dari penggunaan gas bumi adalah keamanan dan kepastian pasokan. Keduanya sangat penting bagi bisnis kuliner karena kebutuhan bahan bakar berlangsung setiap hari, termasuk ketika aktivitas dapur sedang tinggi seperti saat libur panjang,” ujarnya.
Saat ini, RM Padang Payakumbuah Yogyakarta menggunakan gas bumi sekitar 1.900 hingga 2.000 meter kubik per bulan. Penggunaan ini diklaim memberikan efisiensi biaya bahan bakar sekitar 30 persen. Sebelumnya, pengeluaran bahan bakar restoran bisa mencapai Rp40 juta per bulan, namun setelah beralih ke gas bumi, angka tersebut turun menjadi Rp25–30 juta per bulan.
Manfaat serupa juga dirasakan oleh pelaku usaha kuliner lain. Nasi Goreng Pak Wit, misalnya, telah beralih menggunakan gas bumi selama setahun terakhir. Menurut Elin, pemilik Nasi Goreng Pak Wit, biaya bahan bakar yang sebelumnya mencapai Rp1,5 juta per bulan kini berkurang menjadi sekitar Rp600 ribu per bulan.
Pertumbuhan pemanfaatan jargas untuk sektor produktif ini menegaskan bahwa infrastruktur gas bumi tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi bagi rumah tangga, tetapi juga mampu mendukung efisiensi operasional dan produktivitas pelaku usaha. Sugianto Eko Cahyono, Area Head PGN Semarang, menyatakan bahwa PGN terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan jaringan gas bumi yang ada dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan dan aspek keekonomian. “Kami ingin memastikan infrastruktur yang sudah dibangun dapat memberikan manfaat seluas-luasnya, baik bagi rumah tangga maupun kegiatan usaha masyarakat,” jelasnya.
Selain memastikan ketersediaan pasokan, PGN juga memberikan perhatian serius pada aspek keamanan dan keandalan layanan. Pelanggan mendapatkan dukungan monitoring instalasi serta layanan penanganan gangguan selama 24 jam. Setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti oleh tim penanganan gangguan sesuai prosedur yang berlaku.
Dari sisi keselamatan, gas bumi disalurkan dengan tekanan rendah untuk meminimalkan potensi dampak akibat tekanan gas. Massa jenis gas bumi yang lebih ringan dari udara juga memudahkannya bergerak ke atas ketika terlepas, sehingga ventilasi yang memadai menjadi kunci penting untuk mencegah akumulasi gas di dalam ruangan apabila terjadi kebocoran.
Dengan cakupan pelanggan yang terus berkembang, PGN memandang jargas sebagai infrastruktur strategis untuk memperluas pemanfaatan gas bumi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Ke depan, pemanfaatan jaringan yang telah tersedia akan terus dioptimalkan sesuai kebutuhan masyarakat, keekonomian, dan kesiapan infrastruktur. “Bagi kami, keberadaan jargas bukan hanya mengenai tersedianya energi di rumah pelanggan. Ketika gas bumi juga dapat dimanfaatkan oleh restoran, UMKM, dan pelaku usaha lainnya, manfaat infrastrukturnya menjadi lebih luas karena ikut mendukung kegiatan ekonomi masyarakat,” tutup Sugianto.
Ikuti DailyFX.ID
