DailyFX.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menunjukkan tren penguatan pada perdagangan hari Senin, 21 September 2026. Analisis pasar mengindikasikan bahwa penguatan mayoritas indeks di bursa Wall Street serta kenaikan harga komoditas utama seperti timah, emas, dan tembaga akan memberikan sentimen positif.
Meskipun demikian, aksi jual yang terus berlanjut dari investor asing berpotensi menjadi katalis negatif yang dapat membatasi penguatan IHSG. CGS International Sekuritas Indonesia dalam ulasannya pada Senin (21/9/2026) memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang support di level 6.385-6.330 dan resisten di angka 6.500-6.555.
Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, indeks-indeks di bursa Wall Street menunjukkan pergerakan yang bervariasi, dengan mayoritas ditutup menguat tipis. Dow Jones harus berakhir di zona merah akibat kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah dan stabilnya harga minyak mentah di atas US$ 100 per barel.
Imbal hasil obligasi pemerintah dengan tenor sepuluh tahun kembali mencatat kenaikan sebesar 6 basis poin menjadi 5,006%. Angka ini naik setelah sempat turun di bawah level 5% pada hari sebelumnya, yang merupakan level tertinggi sejak Juli 2007. Sementara itu, harga minyak mentah jenis WTI tercatat turun 1,58% menjadi US$ 100,3 per barel, dan Brent terkoreksi 0,91% ke level US$ 103,87 per barel.
Menyikapi kondisi pasar tersebut, CGS International Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi saham untuk aktivitas trading pada Senin, 21 September 2026. Saham-saham yang disarankan meliputi DSNG, HRTA, ARCI, MDKA, MAPI, dan TINS.
Ikuti DailyFX.ID
