— JAKARTA – PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX), emiten yang bergerak di bidang teknologi dan media digital, melaporkan pertumbuhan kinerja keuangan yang impresif pada paruh pertama tahun 2026. Perusahaan berhasil mengubah catatan rugi bersih menjadi laba bersih, didorong oleh lonjakan pendapatan usaha yang mencapai ratusan persen.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian, IRSX membukukan pendapatan sebesar Rp 275,08 miliar pada semester I-2026. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 173,91% atau naik Rp 174,66 miliar jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, semester I-2025, yang tercatat Rp 100,43 miliar.

Seiring dengan peningkatan pendapatan, beban pokok pendapatan perseroan juga mengalami kenaikan sebesar 132,61% atau Rp 131,62 miliar, menjadi Rp 230,87 miliar pada semester I-2026. Angka ini naik dari Rp 99,25 miliar pada semester I-2025. Meskipun demikian, IRSX tetap berhasil mencatatkan lonjakan laba bruto yang substansial, yaitu sebesar 3.649,09% atau naik Rp 43,04 miliar, mencapai Rp 44,22 miliar dibandingkan dengan Rp 1,18 miliar pada semester I-2025.

Laba usaha perseroan menunjukkan akselerasi yang signifikan, mencapai Rp 19,40 miliar pada semester I-2026. Kinerja ini menandai pembalikan arah dari posisi rugi usaha sebesar Rp 1,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang merupakan kenaikan riil sebesar Rp 21,09 miliar atau 1.244,05%.

Tren positif ini berlanjut hingga ke laba sebelum pajak, di mana IRSX membukukan Rp 16,06 miliar pada semester I-2026, berbalik dari posisi rugi sebelum pajak Rp 1,38 miliar pada semester I-2025. Peningkatan ini mencapai 1.260,37% atau Rp 17,45 miliar. Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan neto sebesar Rp 8,09 miliar, yang melonjak dari Rp 201,72 juta di semester I-2025, perseroan berhasil mengantongi laba tahun berjalan sebesar Rp 7,97 miliar.

Hasil ini membalikkan posisi rugi tahun berjalan pada semester I-2025 yang sebesar Rp 1,59 miliar, mencatatkan pertumbuhan sebesar 602,66% atau Rp 9,56 miliar. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 7,72 miliar pada semester I-2026, berbalik dari rugi bersih Rp 1,59 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba per saham dasar perseroan juga terkerek naik menjadi Rp 1,25 per lembar, dari sebelumnya rugi per saham Rp 0,32.

Dari sisi keuangan, IRSX mencatatkan penguatan struktur modal dan ekspansi aset yang sehat per 30 Juni 2026 jika dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025. Total aset meningkat 43,73% atau Rp 157,54 miliar menjadi Rp 517,77 miliar dari Rp 360,23 miliar pada akhir 2025.

Saldo kas dan setara kas pada akhir periode 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp 57,38 miliar. Angka ini menyusut 47,91% atau Rp 52,77 miliar dari posisi Rp 110,15 miliar pada akhir tahun 2025, di mana sebagian dana digunakan untuk aktivitas investasi dan ekspansi operasional perusahaan.

Total liabilitas menjadi Rp 200,49 miliar dari Rp 44,87 miliar per akhir 2025, yang terutama dipicu oleh lonjakan pos uang muka pelanggan jangka pendek hingga Rp 126,75 miliar. Jumlah ekuitas perseroan tumbuh tipis 0,61% atau Rp 1,92 miliar menjadi Rp 317,28 miliar per 30 Juni 2026, dibandingkan Rp 315,36 miliar pada akhir tahun 2025.