— JAKARTA – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) melakukan ekspansi bisnis di sektor infrastruktur digital melalui akuisisi 60% saham PT Sarana Global Indonesia (SGI). SGI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang rekayasa, pengadaan, konstruksi (EPC), dan pemeliharaan sistem kabel bawah laut.

Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat posisi INET dalam bisnis infrastruktur kabel laut. Selain itu, akuisisi ini juga akan membangun kapabilitas terintegrasi bagi INET, mulai dari tahap perencanaan, pembangunan, pengoperasian, hingga pemeliharaan jaringan kabel bawah laut.

Melalui SGI, INET tidak hanya mendapatkan akses ke kemampuan EPC, tetapi juga rekam jejak yang solid dalam penggelaran dan pemeliharaan kabel laut di berbagai wilayah Indonesia. SGI memiliki aset penting seperti kapal kabel khusus Pacific Guardian, tongkang penggelar kabel Nostag 10, serta fasilitas gudang kabel di Kupang.

“Indonesia adalah negara kepulauan, dan masa depan digital kita secara harfiah terletak di dasar laut. Melalui akuisisi SGI, INET memiliki kemampuan end-to-end untuk membangun, mengoperasikan, dan menjaga jaringan yang menghubungkan Indonesia. Akuisisi ini merupakan investasi untuk memperkuat kedaulatan konektivitas Indonesia,” ujar Direktur Utama INET Muhammad Arif dalam keterangan tertulis, Kamis (17/9/2026).

SGI telah beroperasi sejak tahun 2000 dan bertransformasi menjadi perusahaan EPC pada tahun 2010. Perusahaan ini memiliki pengalaman dalam sejumlah proyek jaringan kabel bawah laut nasional. Proyek tersebut meliputi Palapa Ring Barat sepanjang 1.744 kilometer, Palapa Ring Timur sepanjang 2.071 km, perluasan Palapa Ring Timur sepanjang 1.247 km, serta jalur Sabang-Lhokseumawe-Medan sepanjang 625 km.

Pengalaman SGI juga mencakup proyek Aceh-Sibolga-Batam-Larantuka sepanjang 769 km dan Luwuk-Tutuyan sepanjang 342 km.

Akuisisi SGI memberikan INET peluang signifikan untuk memperkuat rantai bisnis infrastruktur digitalnya, yang selama ini berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan konektivitas nasional. Kapabilitas SGI juga dipandang dapat melengkapi rencana INET dalam pengembangan jaringan tulang punggung serat optik nasional sepanjang sekitar 21.800 km. Dalam jaringan tersebut, infrastruktur kabel bawah laut memegang peranan penting sebagai komponen penghubung antar wilayah kepulauan Indonesia.

Selain pembangunan jaringan baru, SGI juga aktif dalam bisnis pemeliharaan dengan kontrak jangka panjang. Di antaranya adalah kontrak dengan PT Palapa Timur Telematika selama 15 tahun sejak 2019, yang mencakup sekitar 4.571 km jaringan Palapa Ring Timur. SGI juga memiliki kontrak pemeliharaan dengan PT Len Telekomunikasi Indonesia untuk jaringan Palapa Ring Tengah sepanjang 1.807 km, serta dengan PT Mora Telematika Indonesia untuk jalur Sape-Ende-Kupang-Bajo.

Kontrak-kontrak pemeliharaan ini memberikan basis pendapatan berulang bagi SGI. Dengan demikian, akuisisi ini berpotensi menambah sumber pendapatan yang lebih berjangka panjang ke dalam ekosistem INET.

Pengalaman SGI tidak terbatas pada kabel serat optik. Perusahaan ini juga memiliki rekam jejak dalam pemasangan kabel listrik bawah laut. Proyek yang pernah dikerjakan meliputi kabel daya PLN-WIKA sepanjang 36 km dengan tiga sirkuit, proyek interkoneksi Singapura-Malaysia, serta pekerjaan pemulihan dan perbaikan sirkuit pada periode 2023-2025.

Dengan masuknya SGI, INET berpeluang memperluas cakupan bisnisnya dari infrastruktur telekomunikasi menuju kabel listrik bawah laut. Ekspansi ini membuka peluang bagi perseroan untuk menangkap kebutuhan pembangunan infrastruktur energi antarpulau seiring meningkatnya kebutuhan interkoneksi listrik.

Perkuat Armada Lokal

Dari sisi aset, SGI membawa kemampuan operasional yang spesifik. Perusahaan memiliki Pacific Guardian, sebuah kapal kabel khusus dengan panjang 115,6 meter dan bobot 6.133 GT. Kapal ini dilengkapi remotely operated vehicle (ROV) dengan kemampuan operasi hingga kedalaman 2.500 meter.

SGI juga mengoperasikan Nostag 10, tongkang penggelar kabel berukuran 92 meter x 28 meter dengan bobot 4.212 GT. Kedua armada ini berbendera Indonesia.

Kepemilikan armada tersebut menjadi aset strategis karena memungkinkan SGI menjalankan pekerjaan penggelaran maupun pemeliharaan kabel dengan dukungan armada domestik. SGI juga memiliki gudang kabel seluas 1.000 meter persegi di Kupang dengan kapasitas tangki mencapai 200 km.

Direktur SGI Bastian Sembiring menyatakan, pengalaman perusahaan selama lebih dari dua dekade dalam menggelar dan menjaga ribuan kilometer kabel di perairan Nusantara menjadi modal penting untuk mengembangkan bisnis ke tahap berikutnya. “Bergabung dengan INET memberi kami platform, modal, dan skala untuk melangkah ke tahap berikutnya, termasuk pengembangan layanan kabel listrik bawah laut dan pasar regional,” ujar Bastian.