— Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan penguatan signifikan pada perdagangan Sabtu (22/8/2026) siang, berhasil menembus level tertinggi sejak pertengahan Mei. Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 13.05 WIB, nilai Bitcoin melonjak 2,53% menjadi US$ 77.299 per koin.

Penguatan ini turut mendongkrak kapitalisasi pasar kripto global yang melejit 3,74% dalam 24 jam terakhir menjadi US$ 2,63 triliun. Indeks CoinDesk 20, yang melacak kinerja 20 aset kripto terbesar, juga mencatat kenaikan 3,69%. Aset kripto lainnya seperti Ethereum (ETH) menanjak 2,33% menjadi US$ 2.431, sementara Binance Coin (BNB) terkerek 4,8% menjadi US$ 696.

Menurut CoinTelegraph, Bitcoin bergerak stabil di atas US$ 77.000 setelah mencatatkan level tertingginya. Fenomena ini terjadi bersamaan dengan harga emas yang juga mendekati level tertinggi dalam tiga bulan terakhir, sempat menyentuh US$ 4.632 per ons troi atau naik sekitar 2,2%. Dalam satu bulan terakhir, Bitcoin dan emas masing-masing telah menguat sekitar 13% dan 16%.

The Kobeissi Letter menilai bahwa penguatan kedua aset tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor makroekonomi. Termasuk di antaranya adalah inflasi yang terus menjadi perhatian, belanja defisit pemerintah Amerika Serikat, serta kebijakan yang dikeluarkan oleh Departemen Keuangan AS. Komitmen Departemen Keuangan AS untuk setidaknya menggandakan nilai program pembelian kembali surat utang menjadi US$ 4 miliar juga disebut sebagai katalis bagi aset alternatif seperti Bitcoin dan emas.

QCP Capital turut menyoroti perubahan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang serta sensitivitas Bitcoin dan emas terhadap pergerakan suku bunga jangka panjang dan nilai dolar AS. Faktor-faktor ini secara kolektif berkontribusi pada kenaikan harga aset safe-haven.

Target US$ 90.000 Mulai Dibidik

Penguatan Bitcoin yang mencapai lebih dari 20% dalam dua hari terakhir telah meningkatkan optimisme pasar terhadap prospek harganya hingga akhir 2026. Data dari platform prediksi Polymarket menunjukkan peluang Bitcoin mencapai US$ 90.000 sebelum tahun 2027 kini berada di angka 48%, sebuah peningkatan yang signifikan dibandingkan awal pekan ini.

Meskipun demikian, analis Rekt Capital mengingatkan bahwa Bitcoin masih perlu menghadapi dan menaklukkan level teknikal penting. Untuk mengonfirmasi perubahan tren jangka panjang, Bitcoin perlu merebut kembali posisi 50-week exponential moving average (EMA) yang berada di kisaran US$ 77.232.

“Apabila menembus tren turun, Bitcoin akan mengonfirmasi masuk ke tren kenaikan makro secara teknikal,” kata Rekt Capital. Ia menambahkan bahwa jika gagal menembus level tersebut, Bitcoin berpotensi kembali menghadapi tekanan dan mempertahankan pola lower highs yang terbentuk sebelumnya.