Risiko dan Keuntungan Trading Forex dengan Leverage Tinggi

Leverage termasuk salah satu hal pertama yang akan dibicarakan dalam buku maupun seminar yang memberikan introduksi ilmu trading forex. Secara harfiah, forex merupakan kependekan dari “foreign exchange” yang berarti “valuta asing”. Tapi perdagangan forex berbeda dengan tukar menukar valas biasa karena adanya beberapa perbedaan unik, khususnya leverage.

Risiko dan Keuntungan Trading Forex dengan Leverage Tinggi

Apa itu Leverage dalam Forex?

Trading dengan leverage juga sering disebut sebagai “margin trading” atau perdagangan margin. Seseorang melakukan trading dengan leverage jika ia menyetorkan dana dalam jumlah tertentu yang disebut sebagai margin, untuk memperoleh pinjaman hingga ia dapat berinvestasi atau bertrading dengan dana lebih besar secara proporsional.

Broker forex biasanya menyediakan leverage dalam beragam tingkatan. Ada yang hanya menyediakan leverage 1:20 saja, tetapi ada pula yang menyediakan leverage tinggi hingga 1:1000 atau bahkan 1:3000. Apa artinya? Umpama leverage 1:20, maka trader A yang menyetorkan dana sebesar USD250 dolar akan mampu trading seolah-olah ia memiliki uang sebanyak USD5000. Sedangkan trader B yang menyetorkan dana sebesar USD1000 dan menggunakan leverage yang sama, akan mampu trading dengan dana senilai USD20.000. Setoran sebesar USD250 dan USD1000 tadi akan berperan sebagai “margin”.

Dalam praktek trading dengan leverage, margin bersifat mirip jaminan dalam kesepakatan pinjaman atau kredit bank. Bedanya, pelaku trading dengan leverage tidak akan kena bunga dan tidak perlu mengembalikan pinjaman dalam jadwal tertentu. Dana margin akan naik-turun seiring dengan keuntungan (profit) dan kerugian (loss) yang dibukukan oleh sang trader.Jika ia mengalami kerugian terlalu besar hingga margin tidak lagi mencukupi, maka ia takkan mampu melajutkan aktivitas trading-nya lagi.

Semakin besar leverage yang digunakan oleh seorang trader, semakin kecil pula lah syarat modal awal yang diperlukannya untuk mulai trading forex. Trader akan bisa menangkap lebih banyak peluang trading dengan modal yang pas-pasan saja. Tak heran jika fitur leverage menjadi salah satu daya tarik utama bagi trader kecil. Tapi, ada sejumlah risiko di balik keuntungan trading forex dengan leverage tinggi.

Cara Kerja Leverage dalam Trading Forex

Mari ambil contoh, umpamanya seorang trader bernama Abu mulai trading menggunakan leverage 1:1000 dan modal sebesar 50 dolar AS. Dalam situasi ini, ia akan bisa trading seolah-olah memiliki dana 50.000 dolar AS. Sungguh fantastis, bukan!? Banyak orang yang bermodal cekak akan tertarik untuk segera terjun ke dunia trading forex berkat kemudahan ini.

Dengan modal pasca-leverage sebesar USD50.000, Abu mulai membuka 10 posisi trading. Dari 10 posisi trading itu, hasilnya enam menang dan empat kalah. Selanjutnya ia buka lagi 15 posisi trading dengan hasil 10 posisi menang dan 5 posisi kalah. Ia tidak memperhitungkan berapa besar jumlah dolar dari kemenangan dan kekalahannya, melainkan justru terlena pada deretan angka-angka kemenangan berwarna hijau pada histori transaksi. Ia berulang kali trading lagi, kemudian ia baru menyadari bahwa margin-nya yang sebesar USD50 tadi hanya tersisa 10 dolar AS saja.

Mengapa ini bisa terjadi? Ada tiga alasan. Pertama, Abu melakukan kekeliruan dengan membuka posisi trading terlalu banyak dalam saat bersamaan (over-trading). Kedua, Abu tidak memperhitungkan berapa nominal kemenangan dan kekalahan yang diterimanya. Walaupun ia kalah 9 kali dan menang 16 kali, hasil kemenangannya takkan berarti seandainya nilai tiap kemenangan hanya 5 pip sedangkan nilai tiap kekalahan mencapai 50 pip.

Ketiga, nilai kemenangan dan kerugian yang diterima dalam trading menggunakan leverage akan disesuaikan lagi dengan proporsi leverage yang digunakan. Ini artinya persentase profitabilitas strategi trading si Abu bisa jadi tetap tinggi, tapi realisasi nominal uang hasil kemenangan maupun efek kerugiannya bakal lebih kecil atau lebih besar dari ekspektasi.

Trader forex berpengalaman biasanya sudah mampu langsung membayangkan perhitungan profit/loss yang sudah disesuaikan dengan leverage-nya. Akan tapi, perhitungan seperti ini jarang dikuasai oleh pemula. Oleh karena itu, pemula disarankan tidak menggunakan leverage yang terlalu tinggi.

Leverage memang membawa banyak keuntungan, tetapi kita harus menyikapinya dengan bijak agar terhindar dari beragam risikonya. Mari simak lebih lanjut tentang keuntungan dan risiko leverage tinggi pada bahasan artikel berikutnya.

Keuntungan Trading Forex dengan Leverage Tinggi

  1. Leverage memberi kesempatan bagi siapa saja untuk mulai trading dengan modal minimal: Sebelum kelahiran leverage, hanya orang kaya tajir melintir saja yang bisa trading forex. Potensi keuntungan forex yang melimpah itu tidak bisa diperoleh oleh trader kecil-kecilan. Setelah kelahiran leverage dan beragam broker yang menyediakannya, semakin banyak orang yang bergabung. Ibu rumah tangga atau mahasiswa pun bisa ikut trading forex.
  2. Leverage itu bebas bunga: Secara teoretis, margin bertindak selayaknya kolateral atau agunan agar trader dapat memperoleh dana pinjaman dari broker forex. Tapi “dana pinjaman” dari broker itu tidak mengandung bunga apa pun. Trader tidak perlu khawatir akan mendadak menerima tagihan cicilan bulan depan, karena tak perlu mengembalikan uang apa pun. Trader cukup trading menggunakan dana leverage saja, karena broker sudah mendapatkan bayaran melalui spread dan komisi (commission fee).
  3. Potensi profit forex lebih besar: Penggunaan leverage memungkinkan trader untuk membuka lebih banyak posisi trading dengan potensi profit berlipat kali lebih besar juga. Ambil contoh si Abu di atas. Dengan modal asli sebesar USD50, ia tidak akan bisa buka mulai beli atau jual sama sekali karena nilai perdagangan forex minimal (1 lot) setara USD1000. Tapi dengan menggunakan leverage 1:1000, ia bisa membuka belasan hingga puluhan posisi trading sekaligus.

Risiko Trading Forex dengan Leverage Tinggi

  1. Risiko over-trading

Ketika kita menyaksikan seolah-olah ada banyak uang dalam saldo akun (padahal itu hanya hasil leverage), kita akan mudah melakukan kesalahan dalam pengambilan keputusan trading. Salah satu risiko terbesar adalah over-trading, yakni membuka posisi trading forex terlalu banyak. Padahal, banyak pakar telah mengungkapkan bahwa kunci sukses trading adalah manajemen dana (money management).

Ada dua tips untuk mengatasi risiko over-trading. Pertama, hindarilah leverage yang terlalu tinggi. Sebaiknya batasi leverage Anda sebesar 1:100 atau 1:200 saja. Kedua, hindarilah leverage yang tidak bernilai bulat, seperti 1:777 atau 1:888. Leverage yang tidak bulat seperti ini akan memengaruhi psikologis Anda, karena aritmatika mental kebanyakan orang akan segera membulatkan 777 menjadi 700 saja atau 888 menjadi 800 saja, padahal ini memengaruhi keputusan trading Anda.

  1. Risiko kerugian lebih besar dari ekspektasi.

Leverage membuka peluang profit lebih besar. Tapi seperti kata pepatah “high return, high risk”, semakin besar peluang keuntungan maka makin besar pula risikonya. Dalam hal leverage tinggi, kesalahan perhitungan trader bisa menimbulkan kerugian yang lebih besar dari ekspektasi.

Untuk mencegah kesalahan fatal, biasakanlah trading forex dengan memasang stop loss (SL) pada tiap posisi. SL akan menutup posisi rugi secara otomatis ketika sudah mencapai batas yang telah ditentukan, sehingga trader tidak perlu lagi menghitung dan menutup posisi sendiri.

  1. Risiko margin-call (MC)

Setiap trading dengan leverage akan disertai dengan fitur margin-call (MC). MC adalah batas ambang margin tertentu yang harus tersedia dalam saldo trader. Jika saldo trader merosot ke bawah ambang ini, broker bisa menutup sebagian atau seluruh posisi trading dalam portofolio sang trader. Posisi trading yang ditutup paksa itu bisa jadi sudah profit maupun masih loss. Hal ini tentu saja sangat merugikan trader.

Apa solusi agar trader tidak kena MC? Pertama, trader perlu menerapkan manajemen dana yang baik. Gunakan hanya 2-5 persen dari modal untuk open posisi, sisanya digunakan sebagai “bantalan” untuk mengantisipasi naik-turunnya harga di pasar forex. Kedua, trader wajib memasang Stop Loss (SL) pada semua posisi trading yang dibukanya. Pastikan ambang SL jauh di atas ambang MC.

Solusi dari berbagai risiko leverage tinggi sebenarnya bisa dikendalikan. Hanya saja, dibutuhkan wawasan dan pengalaman yang memadai untuk mengontrol leverage tinggi. Jika Anda tertarik untuk menggunakan leverage lebih tinggi dibanding biasanya, ada baiknya menguji-coba dulu pada akun demo sebelum menerapkannya pada akun riil.

Leave a Comment

Copyright © 2021. All Rights Reserved. DailyFX.ID
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. DailyFX.ID tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.