— Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ditutup melompat 3,90% ke level Rp 3.730 pada perdagangan Jumat (21/8/2026). Kenaikan signifikan ini diiringi aksi beli bersih investor asing senilai Rp 113,14 miliar.

Perdagangan saham BBNI pada hari itu mencatat volume 92,32 juta lembar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 17.290 kali. Nilai transaksi keseluruhan menembus Rp 341,46 miliar.

Dalam sepekan terakhir, saham emiten bank besar ini telah mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,75%. Analis CGS International Sekuritas memberikan rekomendasi ‘Spec Buy’ untuk saham BBNI pada Senin (24/8/2026), dengan menetapkan level support di 3.660 dan cutloss jika menembus di bawah 3.590. Jika harga bertahan di atas 3.660, target jangka pendek diproyeksikan mencapai 3.800-3.870.

Secara valuasi, saham BBNI dinilai menarik. Rasio price to book value (PBV) tercatat hanya 0,85 kali, yang menunjukkan perbandingan harga saham di pasar dengan nilai buku per saham. Sementara itu, rasio price earning ratio (PER) annualized berada di angka 6,47 kali, membandingkan harga saham dengan laba per saham yang disetahunkan.

Performa finansial BNI juga menunjukkan tren positif. Sepanjang semester I-2026, perseroan berhasil membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 10,75 triliun. Angka ini mengalami pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 10,09 triliun.

Mandiri Sekuritas dalam laporannya pada 14 Agustus juga mempertahankan rekomendasi ‘buy’ untuk saham BBNI dengan target harga yang dipatok pada Rp 4.000.